alexametrics

Haul Gus Dur: PKB Punya Peran Besar dalam Melayani NU

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) punya peran besar dalam melayani Nahdhatul Ulama (NU). Hal ini mengemuka dalam peringatan Haul Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) ke-12 di Kantor DPC PKB Kabupaten Demak, jalan Sultan Hadiwijaya, Minggu (2/12022).

Haul dihadiri langsung Rois Suriyah PCNU Demak, KH Zainal Arifin Maksum, Ketua Tanfidziyah KH Aminudin, Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB,  Gus Ali Tsaqof dan Ketua DPC PKB Zayinul Fata.
Ketua Tanfizdiyah PCNU Demak, KH Aminudin menyampaikan, pihaknya mengapresiasi adanya Haul Gus Dur yang digelar DPC PKB Demak tersebut.

“Haul Gus Dur dengan mengusung tema bangkit bersama dengan bahagia oleh PKB ini memang wajib diadakan. Sebab, haul ini bagian dari syukur kita atas perjuangan Gus Dur hingga terlahirkannya PKB,”ujarnya.

Karena itu, kata Kiai Amin, hubungan antara NU dengan PKB tidak bisa dipungkiri. Ibarat hubungan antara anak dengan orang tua. “Tentu, PCNU juga berterimakasih karena PKB Demak turut berpartisipasi dalam muktamar NU ke-34 di Lampung beberapa waktu lalu. Itu wujud nyata bakti anak terhadap orang tua,”katanya.

Baca juga:  BPKB Kecamatan Guntur Kirimkan Tiga Akseptor KB ke RS Bhakti Wira Tamtama Semarang

Waktu itu, PKB Demak memberangkatkan dua bus dari PCNU Demak ke lokasi muktamar lengkap dengan akomodasinya.

Kiai Aminudin menambahkan, NU diakui tidak menjadi alat politik oleh partai politik (parpol) manapun sebagaimana yang disampaikan ketua umum PBNU Gus Yahya Cholil Staquf. Meski demikian, NU telah melahirkan wadah politik. Yaitu, PKB.

“Itulah namanya khittah yang sebenarnya. Sejarah telah mencatat dan tidak bisa dihapus. Bahkan, yang mendirikan PKB adalah banyak kiai (NU). Monggo, PKB sudah dibuat ( oleh NU), silahkan bekerja. Jadi, ada hubungan simbiosis mutualisme antara NU dan PKB,”ungkapnya.

Didirikannya PKB adalah untuk mengawal hal hal yang terkait dengan kebijakan politik pemerintahan. Khusus di Demak, PKB harus bisa meraih 14 kursi ditiap tiap MWC atau PAC. Dengan demikian, aspirasi warga nahdliyyin bisa dirawat secara merata.

Baca juga:  HUT IBI ke-71, Klinik Zulfa Wedung Layani 23 Akseptor KB MKJP

Rois Suriyah PCNU Demak, KH Zainal Arifin Maksum menyampaikan, Haul Gus Dur dan syukuran muktamar NU yang dihelat DPC PKB Demak tiada lain dalam rangka menghidupkan ide ide Gus Dur.

“Gus Dur adalah jimat yang ada di NU, termasuk yang bisa memberikan kendaraan politik bagi warga NU. Yakni, PKB. Bayangkan jika tidak ada PKB, NU sebagai rumah besar bisa penuh sesak. Karena ada yang punya ghirrah (semangat) dalam politik maka dibuatkan wadah sendiri oleh Gus Dur. Ya PKB tadi,”katanya.

Sebagai negarawan sekaligus waliyullah, Gus Dur memiliki pandangan luas ke depan. Alur pikirannya terlalu luas hingga kadang orang lain tidak bisa mengikutinya. “Yang melegenda hingga kini adalah kalimat gitu aja kok repot. Hatinya luas seluas lautan. Gus Dur meletakkan akidah di NU. Sebaliknya, Gus Dur juga merawat NKRI dengan cara ber-PKB,”katanya.

Baca juga:  Kader PDIP Dituntut Miliki Kesabaran Revolusioner

Ketua DPC PKB Demak, Zayinul Fata mengatakan, Haul Gus Dur dilakukan untuk mengingat sekaligus mengenang jasa Gus Dur dalam membesarkan NU, termasuk dalam mendirikan PKB. Karena itulah, PKB memang harus memiliki peran besar dalam melayani NU.

“Haul ini sebagai bentuk  atau wujud kecintaan atau mahabbah kita pada beliau KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Beliau adalah pendiri PKB. Karena itu, adanya haul ini merupakankewajiban yang harus dijalankan untuk menghormati jasa jasa beliau,”katanya. (hib/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya