alexametrics

Kasus Pembegalan yang Menawaskan Aktivis PMII di Demak Mulai Ada Titik Terang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Pelaku kasus pembegalan di jalan raya Blerong-Bulusari yang mengakibatkan tewasnya aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),  Ahmad Saefudin alias Asep, warga Desa Gaji, Kecamatan Guntur kini mulai ada titik terang.

Proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan jajaran Satreskrim Polres Demak telah menemukan harapan dalam mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

Kapolres Demak AKBP  Budi Adhy Buono menegaskan, pihaknya akan menyampaikan hasil penyidikan petugas terhadap kasus penusukan dengan senjata tajam (sajam) yang mengakibatkan korban meninggal dunia tersebut pada awal tahun.

“Hasil pengungkapan kasus ini segera kita sampaikan,”katanya di sela memberikan keterangan pers terkait sejumlah kasus menonjol pada akhir 2021 di Mapolres  Demak kemarin.

Baca juga:  Peredaran Rokok Ilegal di Demak Semakin Marak

Menurut kapolres, tragedi yang menimpa Asep tersebut menjadi prioritas dalam pengungkapan kasus. “Kita tinggal melengkapi hasil penyidikan, termasuk pengumpulan barang bukti (BB). Kita minta doanya. Yang pasti sudah ada titik terang. Kita juga masih menunggu hasil penyelidikan ilmiah (scientific investigation) dari petugas reskrim. Awal tahun, saya janji akan kita sampaikan,”ujarnya.

Menurut kapolres, tidak hanya kasus Asep saja, namun kasus lain yang terungkap juga akan disampaikan ke public. “Kita sejak awal bertekad semua kasus yang terjadi tetap akan kita ungkap,”katanya didampingi Kabagops Kompol Sonhaji, Kasatreskrim AKP Agil Widiyas Sampurna, Kasatlantas AKP Fandy Setiawan, Kasubag Humas AKP Guyup dan lainnya.

Selain kasus pembegalan dan penusukan yang sedang ditangani itu, Polres Demak sebelumnya telah mengungkap beberapa kasus besar yang menonjol selama 2021. Diantaranya, kasus pembunuhan isteri oleh suami di Desa Mijen, Kecamatan Kebonagung.

Baca juga:  Cemburu, Suami Hajar Istri Siri dan Selingkuhannya

Kemudian, kasus pembunuhan yang terjadi di tepi Sungai Wulan Kecamatan Mijen, kasus penganiayaan berat Mbah Minto, dan kasus penganiayaan ustadz kepada beberapa santri di Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam.

Kemudian, pengungkapan kasus pencabulan terhadap dua santri di Kecamatan Mranggen, kasus pencabulan atlet bola voli oleh pelatih di Desa Kembangarum, Kecamatan Mranggen, kasus pembunuhan balita dan kasus uang palsu (upal) di Kelurahan Mangunjiwan, Kecamatan Demak Kota. (hib/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya