alexametrics

Bacok Pencuri, Mbah Minto Divonis 1 Tahun 2 Bulan Penjara

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DemakKasmito alias Mbah Minto, 75,warga Desa Pasir, Kecamatan Mijen akhirnya divonis 1 tahun 2 bulan penjara terkait kasus penganiayaan berat terhadap Marjani, 38, warga Desa Wonosari, Kecamatan Bonang.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Demak ini, Majlis Hakim yang dipimpin M Deni Firdausa SH ini dalam amar putusannya menyatakan, bahwa Mbah Minto bersalah karena telah melakukan penganiayaan terhadap korban.

Karena itu, dalam sidang yang dilaksanakan dengan secara hybrid (langsung dan virtual) ini, majlis hakim menjatuhkan pidana penjara 1 tahun 2 bulan dengan potong masa tahanan tersebut.

Kuasa hukum Mbah Minto, Haryanto SH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Demak Raya menyampaikan, sebelumnya Mbah Monto menjalani sidang dengan agenda putusan. Dalam persidangan itu, kuasa hukum sempat mengajukan pledoi atau pembelaan atas tuntutan 2 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Demak.

Baca juga:  Mustain: Jangan Tonjolkan Ego Sektoral

“Atas putusan majlis hakim itu tentu kami dari kuasa hukum telah menyampaikan pikir- pikir. Kita harus kaji lagi putusan itu dengan seluruh tim dan juga oleh warga Desa Pasir,”katanya.

Baca Juga: Kronologi Penahanan Mbah Minto, Kakek 74 Tahun yang Ditahan karena Serang Pencuri

Haryanto menambahkan, sebagai kuasa hukum, pihaknya menyinggung majlis hakim yang dinilai tidak mempertimbangkan pasal 49 ayat 1 KUHP tentang membela diri menjaga harta benda dari ancaman yang tidak bisa dipidana.

Haryanto mengatakan, pihaknya tidak mengaburkan perbuatan Mbah Minto yang melawan pencuri di kolam ikan yang dijaganya. “Berdasarkan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan dan penilaian secara hukum yang kami berikan, maka kami selaku kuasa hukum dari terdakwa tidak ingin mengaburkan atau tidak mengakui adanya perbuatan yang dilakukan terdakwa,”katanya.

Baca juga:  Tepergok Warga, Spesialis Rumah Kosong Babak Belur

Karena itu, kata dia, pihaknya tetap menghormati dan mengapresiasi putusan dari majlis hakim. “Meski demikian, terdakwa memiliki hak untuk banding atau tidak atas vonis tersebut. Maka, biarlah masyarakat yang menilai apakah putusan itu sudah adil atau belum,”katanya.

Seperti diketahui, Marjani sendiri menjadi korban pembacokan Mbah Minto lantaran kepergok menyetrum ikan di kolam milik Suhadak, 52, warga Desa Pasir. Kasus ini, saat itu sempat menuai kontroversi dan viral di media sosial (medsos) lantaran Mbah Minto melakukan pembacokan terhadap pencuri ikan (marjani) karena bermaksud membela diri. Apalagi, usia Mbah Minto juga telah lanjut. Namun, ia justru menjalani kasus pidana yang dituduhkan kepadanya setelah korban melaporkan kejadian itu ke Polres Demak. (hib/bas)

Baca juga:  Tradisi Syawalan di Demak Ditiadakan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya