alexametrics

Dinpermades P2KB Terjunkan Penyuluh KB Cegah Stunting di Kecamatan Mijen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinpermades P2KB) Pemkab Demak menerjunkan penyuluh keluarga berencana (PKB) dalam rangka ikut mencegah stunting (anak cebol) di wilayah Kecamatan Mijen.

Kepal Dinpermades P2KB Daryanto melalui Kabid P2PP, Sukardjo, SKM, M.Kes menyampaikan, pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di Balai Penyuluh KB (BPKB) Kecamatan Mijen ini menargetkan bisa menekan angka stunting dengan cara penguatan dan perbaikan gizi hingga 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) bagi ibu hamil (bumil). “Perbaikan gizi ini menjadi tema utama dalam kegiatan penyuluhan ini,”ujarnya.

Koordinator BPKB Mijen, Nasrudin Al Ghiffari menyampaikan, pengertian 1.000 HPK memang harus memperhatikan betul asupan gizi yang cukup, utamanya kecukupan gizi sejak awal ibu hamil. Karena itu, juga ibu hamil harus rajin memeriksakan diri ke dokter kandungan.

“Ibu hamil juga harus mengerti jenis alat kontrasepsi (alkon) yang akan digunakan terkait manfaat dan kelebihannya,”ujar dia. Selain itu, ibu hamil juga harus mengerti bagaimana mencegah bahaya selama kehamilan.

Adi Susanto dari Dinpermades P2KB mengatakan, untuk mencegah stunting perlu memperhatikan kehamilan awal. Karena itu, ibu hamil harus memakan makanan yang bergizi.  “Gizi tinggi bisa berupa, makanan yang mengandung vitamin A,D, B, B 12, protein, zat besi, kalsium, asam folat dan lainnya,”kata dia.

Kemudian, ibu hamil disarankan ikut posyandu sehingga dapat berkonsultasi dengan bidan desa setempat. Kemudian, ikut kegiatan bumil yang dipandu bidan desa, ahli gizi dan penyuluh KB. “Ibu hamil yang masa kehamilan 12 bulan agar ikut vaksinasi,”ujarnya. Demikian pula, usai persalinan bisa konsultasi ke bidan desa terkait layanan KB. (hib/bas)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya