alexametrics

Desa Pesisir Demak Satu Per Satu Tenggelam

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Ancaman rob di pesisir Demak semakin mengganas. Banyak desa yang terancam tenggelam. Bahkan sebagian sudah menjadi korban rob.

Seperti Desa Sriwulan, Bedono, Purwosari, dan Timbulsloko, Kecamatan Sayung. Juga Desa Morodemak, Purworejo, Kecamatan Bonang.

Butuh penanganan serius dari pemerintah. Upaya pencegahan juga terus digencarkan, salah satunya melalui penanaman mangrove.

Koordinator Forum Masyarakat Dukuh Timbulsloko (FKDT), Ma’ruf mengungkapkan, di antara desa yang kini menghadapi kondisi tenggelam adalah Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung.

Tercatat ada 213 kepala keluarga (KK) dan 557 jiwa di kampung ini yang sudah terkena dampaknya.

“Dukuh Timbulsloko, Desa Timbulsloko, adalah contoh kampung yang sudah tenggelam sejak lima tahun terakhir,” katanya.

Baca juga:  Rumah Pembuat Petasan Digerebek, Sudah Produksi Selama Lima Tahun

Banyak sawah, ladang, dan areal pertambakan yang menjadi mata pencaharian warga hanyut oleh air laut. “Dulu, warga setempat tampak lebih sejahtera dari hasil sawah mereka. Sekarang, semua yang dimiliki ditenggelamkan lautan,” ujarnya.

Keadaan demikian, membuat mereka mencari pekerjaan lain. Seperti menjadi buruh pabrik, karyawan dan lainya. Padahal, latar belakang pendidikan warga tidak merata. Dengan kondisi begitu, tidak semua bisa terserap bekerja di pabrik atau perkantoran.

Menurutnya, pilihan warga untuk tetap tinggal di wilayah desa yang tenggelam adalah sebagai bentuk kritik kebijakan pemerintah yang salah urus.

“Itu sekaligus mengingatkan pemangku kebijakan bahwa ada sejarah tanah dan air yang lekat dalam mempengaruhi arah pembangunan,” kata Ma’ruf.

Baca juga:  Kebun Sayuran Milik Kodim Jadi Jujukan

Ia menambahkan, krisis alam bukan hanya masalah air laut yang terus naik tiap tahunnya.

Tapi, juga menuntut tanggung jawab dari pemangku kebijakan dalam menyikapi tata kelola pesisir dan pulau pulau kecil. Mestinya tetap mempertimbangkan hubungan manusia dan alam secara komprehensif.

“Karena inipula, FMDT mencoba membangun solidaritas secara swadaya dan gotong royong untuk membantu warga agar tetap bisa beradaptasi di desanya,” katanya.

Termasuk bagaimana membangun rumah panggung, jalan, jembatan dari kayu agar memudahkan akses warga.

Pengurus FMDT lainnya, Masnuah menambahkan, pihaknya juga telah menggalang kepedulian pemerintah termasuk Forkopimda dalam menggerakkan penanaman mangrove.

“Ini juga bagian dari gerakan swadaya masyarakat dalam menyelamatkan warga dan lingkungan,” katanya.

Baca juga:  Penerima Bantuan Harus Difoto dan Menyerahkan Kartu Ber-Barcode

Penanaman mangrove ini diharapkan dapat mengatasi ganasnya air laut dalam menggempur daratan Desa Timbulsloko, yang kini jadi kampung tenggelam. (hib/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya