alexametrics

Pembebasan Lahan Tol Demak-Semarang di Kendaldoyong dan Wonosalam Belum Jelas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak Perkembangan pembebasan lahan jalan tol Demak-Semarang di wilayah Desa Kendaldoyong dan Wonosalam, Kecamatan Wonosalam hingga kini masih mengalami kendala. Kondisi demikian cukup berpengaruh terhadap pembanguna jalan tol.

Humas PT Pembangunan Perumahan (PP) Roby Suwarna mengatakan, belum jelasnya lahan yang dibebaskan tersebut memerlukan pembahasan segera. “Sampai kini masih pada persoalan lahan yang belum jelas. Ini yang harus dibahas,” katanya kemarin.

Seperti diketahui, para pekerja dari PT PP terus melakukan pembangunan ruas jalan tol sisi timur tersebut. Namun, lahan yang dijadikan jalan tol belum sepenuhnya terbebaskan. Alat berat termasuk truk-truk pengangkut tanah padas yang dibuat landasan tol terus didatangkan untuk memenuhi target pengerjaan dan penyelesaian. “Kita terus kebut pengerjaannya,” ujar Roby.

Baca juga:  Kunjungan Wisatawan di Pantai Istambul Meningkat

Berlarutnya pembebasan lahan di dua desa tersebut lantaran warga masih belum sepakat dengan harga yang ditetapkan tim appraisal atau penilai tanah sebelumnya. Karena alotnya pembebasan lahan itu, maka salah satu penyelesaiannya bisa melalui proses konsinyasi di Pengadilan Negeri (PN) setempat. Artinya, uang ganti untung atau ganti rugi pembayaran tanah dititipkan di PN.

Sebelumnya ada tiga desa yang terkendala lahan. Namun, dalam perkembangannya tinggal dua desa saja. Yaitu, Kendaldoyong dan Wonosalam. “Kalau yang 18 bidang tanah di Desa Karangrejo sudah beres semua. Warga memilih langsung pembayaran,” katanya.

Untuk lahan di Kendaldoyong dan Wonosalam, warga pemilik tanah hingga kini tidak mau membuka surat yang berisi perincian penilaian atas tanah yang telah ditetapkan dalam aprraisal. Harga bervariasi sesuai letak tanah.

Baca juga:  Terpilih Secara Aklamasi, Siswanto Nakhodai Partai Golkar Demak

Kendala lain yang dihadapi pelaksana proyek tol adalah titik overpass di wilayah Desa Kedunguter, Kecamatan Karangtengah. “Di lokasi itu ada sedikit masalah terkait dengan rencana pembangunan overpass (jembatan penyeberangan). Semula dibangun di atas tol. Tapi, ada warga yang menghendaki di bawah. Padahal, di titik itu kondisi penurunan tanah cukup esktrem sehingga rawan banjir,” kata Roby. (hib/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya