alexametrics

Kronologi Kecelakaan Kerja PT Aspal Polimer Emulsindo Demak yang Menewaskan Tiga Orang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Kecelakaan kerja yang terjadi di PT Aspal Polimer Emulsindo Desa Mranak, Kecamatan Wonosalam hingga kini masih teringat dengan jelas oleh pekerja yang menjadi korban dan kini dirawat di Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSI NU) Demak. Seperti yang diceritakan oleh Listiyo Diyaul Haq, 22, warga RT 4 RW 2 Desa Bungo, Kecamatan Wedung.

Listiyo menuturkan, sebelum kejadian berlangsung, ada pekerja yang  bertugas melakukan pengelasan bagian bawah tangki tempat mengolah bahan baku aspal mentah menjadi aspal cair. Kebetulan tangki tersebut isinya sudah habis.

Karena itu, tangki tempat memasak aspal tersebut dilakukan perawatan. Usai pekerjaan pengelasan itu dilakukan, pekerja lain diminta atasan untuk mencoba mengecek hasil pekerjaan yang ada.

Pengecekan kemudian dilakukan pekerja bernama Budi Lanjar Utomo, 27, warga Gang Jodipati, RT 3 RW 4, Desa Cabean, Kecamatan Demak Kota.  Budi sempat meminta alat blower (kipas) untuk mengusir atau membuang uap dan bau menyengat dari dalam tangki.  Tak lama setelah itu, tiba tiba, Budi tidak muncul lagi. Budi juga tidak bersuara. Dari situlah kemudian  teman lainnya merasa curiga barangkali Budi mengalami sesuatu.

Baca juga:  DPC PDIP Demak Rayakan Bulan Bhakti Bung Karno dengan Pentas Wayang Kulit dan Bakar Ikan Bersama

Untuk memastikan apa yang dialami Budi, rekan lain bernama Alamul Huda Alfadhil, 22, warga Kampung Sekarang RT 2 RW 1, Desa Mranak, Kecamatan Wonosalam  dengan inisiatifnya mencoba untuk mengecek  kerberadaan Budi yang lebih dulu  melihat kondisi dalam tangki tersebut. Huda pun belum sempat membawa blower –sebagaimana yang diminta Budi tadi–, kondisinya juga sudah tergulai lemas.

Karena itupula, disusul kemudian, temannya yang lain, Abdul Rasul, 32, warga Dukuh Bener, RT 7 RW 2, Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang untuk melanjutkan membawa blower dengan maksud membuang uap dalam tangki. Namun, usaha itupun gagal. Rasul juga pingsan.

“Kemudian, giliran saya dbantu temanku yang lain mau ambil blower yang masih dipegang Rasul. Tiba tiba saya juga mau pingsan. Beruntung, saat itu dengan tenaga yang tersisa saya berhasil loncat ke atas tangki. Habis itu lupa apa yang terjadi lantaran saya juga pingsan. Untungnya saat pingsan sudah di atas tangki,” kata Listiyo Diyaul Haq saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di ruang perawatan Mas Alwi RSI NU Demak kemarin.

Baca juga:  Antrean Mengular, 1.000 Dosis Vaksin Ludes dalam 30 Menit

Setelah kejadian yang dialami itu, Listiyo baru tahu, jika ternyata temannya yang lain tersebut, seperti Susanto, 37, warga Gang Perkutut RT 1 RW 2, Desa Cabean, Kecamatan Demak Kota, lalu Ali Firdaus, 23, warga Dukuh Platar RT 2 RW 6, Kelurahan Mangunjiwan, Kecamatan Demak Kota, Abdul Salam, 25, warga RT 1 RW 6 Kelurahan Mangunjiwan, Dedi Setiawan, 30, warga Kampung Sekarang RT 1 RW 1, Desa Mranak dan Marmin, 66, warga Desa Cabean, Demak Kota juga turut pingsan.

Karena kondisi itupula mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit, kecuali Marmin.  “Setelah pingsan saya sebenarnya sudah sadarkan diri dan tidak mau dibawa ke rumah sakit. Namun, untuk menjaga diri akhirnya saya tetap dirawat di rumah sakit bersama empat rekannya yang lain,”katanya.  Hingga siang kemarin, rekan rekan Listiyo telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Sedangkan, LIstiyo masih dirawat karena ada gejala gangguan jantung. (hib/bas)

Baca juga:  Serahkan Seribu Sembako, Wagub Minta Warga Sabar

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya