alexametrics

Puluhan Warga Temuroso Demak Keracunan Usai Santap Nasi Pecel

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Belasan warga Desa Temuroso, Kecamatan Guntur diduga keracunan setelah menyantap nasi pecel yang didalamnya terdapat jamur silo. Jamur warna hijau itu biasa dijadikan campuran sayuran dalam nasi pecel tersebut diduga menjadi penyebab keracunan.

Farikin, 48, salah seorang korban keracunanan mengatakan, nasi pecel dibeli dari warung makan sebelah rumah. Yaitu, di warung milik Faridah, warga Desa Temuroso. Biasanya, saat beli pecel tidak ada masalah.

Namun, berbeda dengan saat beli pecel pada Jumat (1/10/2021) pagi lalu. Nasi pecel yang dibeli Masriah, 45, istrinya tersebut diduga memicu keracunan di keluarganya.

“Kebetulan isteri saya beli nasi pecel 4 tum (bungkus) lalu dibawa pulang. Juga beli sepuluh gorengan   untuk tambahan lauk pauk,”katanya.Sesampainya dirumah, Farikin, istrinya dan dua anaknya langsung makan dengan lahap nasi pecel tersebut.  Beberapa jam kemudian, badannya terasa tidak enak. Kepala pusing, mual dan muntah. Bahkan, diare juga.

Baca juga:  Pemkab Demak Pilih Sepuluh OPD Berkinerja Terbaik

“Keracunan baru terasa siang hari sekitar pukul 15.00 Jumat sore,” katanya.

Dikira masuk angin hingga dikerokin dan minum obat ala kadarnya seperti saat masuk angin. Namun, ternyata diare yang terus menerus hingga puluhan kali membuat Farikin dan keluarganya yang lain badannya lemas lantaran mencret dan muntah.  Bahkan, satu keluarga berebutan masuk kamar mandi atau toilet untuk buang hajat.

Baca Juga: Warga Temuroso Demak Langsung Pusing, Muntah dan Diare Setelah Makan Pecel

Khawatir dehidrasi,  akhirnya Sabtu (2/10/2021) siang, ia dan keluarganya memutuskan untuk dirawat di Puskesmas Guntur 1 untuk mendapatkan infus dan perawatan lainnya. “Sudah tiga hari ini dirawat. Perut masih krues krues rasanya,” ujar Farikin. Meski demikian, secara umum kondisinya makin membaik.

Baca juga:  Begini Proses Pemasangan Girder Tol Semarang-Demak, Butuh 45 Menit dan Jeda Waktu 2 Jam Persiapan

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, delapan orang saat ini dirawat di Puskesmas Guntur 1. Kemudian, di Klinik Mutiara Bunda Desa Bogosari 4 orang. Selebihnya, mereka rawat jalan di Klinik Syafana Medika Bogosari ada 3 orang pasien. Selebihnya, sekitar 20 orang warga rawat jalan di dr Bambang Desa Temuroso.

Delapan warga yang dirawat di Puskesmas Guntur 1 adalah Sugiati, 24, Niswatul, 23. Keduanya diketahui sedang hamil. Lainnya, adalah satu keluarga. Yaitu, Farikin, 48, istrinya Masriah, 45, serta dua anaknya, Dimas Saputra, 16, dan Dika Saputra, 9. Dua lagi bernama Lailatul, 31, dan Zaenab, 41. Mereka adalah warga Dukuh Krasak dan Dukuh Dasun, Desa Temuroso.

Baca juga:  Sempat Negatif, Kemudian Positif Lagi

Sedangkan, tiga warga lain hingga kini juga masih di rawat di Klinik Mutiara Bunda, Desa Bogosari, Kecamatan Guntur. Yaitu, Rukmini, 57, Anisa, 13, dan Siti Faridhoh, 31.

Ketiganya juga masih saudara dalam keluarga yang sama berasal dari Dukuh Krasak, Desa Temuroso. Informasi yang dihimpun, juga ada sejumlah warga lain yang dirawat di rumahnya masing masing.

Kepala Puskesmas Guntur 1, dr Rokhis Saidah menuturkan, para pasien  datang ke Puskesmas tidak bersamaan. Ada yang datang Sabtu dan Minggu. “Mereka datang dengan gejala yang sama. Yaitu, mual muntah dan diare,”katanya.

Karena itupula, kini pihaknya bersama tim kesehatan telah menindaklanjuti dugaan keracunan itu dengan melakukan observasi di lapangan. “Kita lakukan penelitian apa yang menjadi penyebab keracunan tersebut,”ujarnya. (hib/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya