alexametrics

Ganti Rugi 26 Bidang Lahan Bantaran Rp 1,8 M

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Pembebasan lahan jalan tol Demak-Semarang terus bergulir. Tidak hanya tanah warga yang dibebaskan untuk pembangunan infrastruktur nasional tersebut.

Namun, bangunan warga yang berdiri di atas bantaran sungai juga dibebaskan. Penyewa hak guna tempat tetap memperoleh ganti rugi. Syaratnya mengantongi izin Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) disertai bukti pajak.

Humas PT Pembangunan Perumahan Jalan Tol Demak-Semarang, Roby Suwarna mencatat, setidaknya ada 26 bidang tanah pengairan yang di atasnya ada bangunan. Semua telah dibebaskan tim pengadaan tanah tol. Total pembebasan lahan negara yang ada bangunan mencapai Rp 1,8 miliar.

“Setahu saya, warga yang sehari-hari hidup di atas tanah negara pun dapat ganti rugi. Rata-rata mereka menempati tanah negara sekitar sepuluh tahun. Apalagi, warga yang benar-benar pemilik tanah menjadi prioritas untuk penyelesaian pembebasan lahannya,” kata Roby.

Baca juga:  Tendang Pengendara Motor sampai Jatuh, Dua Begal Bersajam Dibekuk

Menurutnya, bantaran sungai atau milik pengairan yang terdapat bangunan warga, tujuh diantaranya berada di wilayah Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam. “Bangunan berada di badan sungai,”katanya.

Seperti diketahui, tim pengadaan tanah untuk jalan tol terus mengebut progres pembebasan lahan. Sampai sekarang masih ada beberapa titik sasaran belum bebas. Meski demikian, agar tepat waktu dalam pengerjaan, maka proses pembangunan terus dilakukan.

“Sesuai jadwal, setidaknya Juni 2022 mendatang, untuk jalur tol Demak-Sayung  bisa selesai,” katanya. (hib/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya