alexametrics


Muscab Memanas, PPP Demak Gagal Pilih Formatur

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Demak – Musyawarah Cabang Partai Persatuan Pembangunan (Muscab PPP) Kabupaten Demak, kemarin siang berlangsung panas. Dua kubu yang bertarung (pasangan Nurul Furqon-Bangun Setyobudi dan Fatoni Mustofa-Kholid Muktiyono) saling beda pendapat. Utamanya terkait tata tertib (tatib) serta anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.

Dengan demikian, meski telah diperpanjang waktunya hingga sore, muscab belum bisa memutuskan hasil dalam memilih formatur.  Muscab PPP pun dinyatakan gagal. Karena itu, keputusan selanjutnya diserahkan kepada DPW  PPP Jateng dan DPP PPP Pusat.

Wakil Ketua DPW PPP Jateng, Istajib AS selaku pimpinan sidang menegaskan, kegagalan dalam pemilihan formatur dalam muscab tersebut baru kali ini terjadi.

“Selama saya mendampingi tiga puluh tahun, baru kali ini muscab gagal,” katanya.

Lantaran gagal itu, maka penunjukan pelaksana tugas (Plt) akan ditentukan oleh DPW dan DPP. DPW dan DPP akan berkoordinasi untuk menunjuk siapa Plt yang akan menjalankan tugas sebagai ketua DPC PPP Demak untuk sementara. Plt ini akan bertugas menyiapkan muscab berikutnya. “Sebab, hari ini muscab gagal pilih lima formatur,” katanya.

Sebagai pimpinan sidang, pihaknya juga sudah menawarkan voting, namun gagal juga. Karena itu, keputusan DPW dan DPP nanti dinilai sebagai kepetusan yang terbaik. “Kita sudah mintakan pendapat kedua pihak, namun masih gagal juga,” ujar Istajib.

Pengurus DPP PPP Gus Rojih menyampaikan, dinamika di Muscab PPP Demak diartikan sebagai sebuah semangat yang tinggi dalam berorganisasi. “Kita serahkan saja ke DPW dan DPPP sebagai ulil amri,” katanya.

Menurutnya, beda pendapat terkait tatib dan AD /ART tersebut sebagai sesuatu yang wajar dalam organisasi. “Yang kita carai adalah kemaslahatannya. Sehingga DPW dan DPP yang akan memutuskan nanti,” kata anggota DPR RI ini.

Pantauan koran ini, lantaran suasana memanas, Kasatintel Polres Demak Iptu Sunardi langsung memberikan peringatan agar semua menahan dan mengendalikan emosi untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. “Ini bisa kondusif atau tidak”,” ujarnya.

Mendengar peringatan dari petugas kepolisian tersebut, sebagian peserta muscab langsung walkout, keluar dari ruangan sidang di lantai 2 Kantor DPC PPP Demak. (hib/zal)

 

Artikel Menarik Lainnya

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya