alexametrics

Warga Desa Jatimulyo Tagih Janji Inspektorat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Bonang didampingi kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekalongan kemarin mendatangi Kantor Inspektorat Pemkab Demak. Mereka menagih janji penanganan audit soal dugaan penyelewengan pendapatan asli desa (PAD) terkait proyek desa dan hasil lelang bondo desa di Desa Jatimulyo tahun 2018 dan 2019.

Direktur LBH Pekalongan, A Saiful Aziz menyampaikan maksud kedatangannya di Inspektorat tersebut. “Kita datang ke Inspektorat ini untuk menagih penanganan audit terkait proyek yang ada anggarannya tetapi tidak ada pelaksanaannya alias bodong. Selain itu, hasil lelang bondo desa yang diduga hanya dimasukkan sebagian saja di kas desa,”ujar Saiful didampingi Ansori dkk tim dari LBH Pekalongan kemarin.

Baca juga:  Sekdes ASN Tidak Bisa Langsung Ditarik

Menurutnya, pihaknya sudah melaporkan persoalan atau perkara tersebut ke Inspektorat sejak 8 bulan yang lalu. Bahkan, juga sudah 9 bulan dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Demak. Namun, hingga kini belum ada perkembangan yang berarti.

“Penanganan cenderung lamban dan kami sudah jenuh. Sudah lima kali kami tagih. Kegalauan kami juga karena sudah 8 bulan masalah itu kita sampaikan ke Inspektorat. Karena itu, hari ini kita tagih progres penanganannya seperti apa,”katanya. LBH berharap, Inspektorat bisa memberikan kabar perkembangan penanganan audit sekaligus tinjauan di lapangan sebagai wujud keterbukaan informasi publik.

Ansori dari tim LBH menambahkan, berdasarkan laporan yang disampaikan, anggaran pendapatan asli desa (PAD) yang diduga bermasalah sekitar 900-an juta. “Bahkan, versi kejaksaan ada sekitar Rp 2 miliar lebih,”katanya.

Baca juga:  SDN 1 Bedono Jadi Sasaran Serbuan Teritorial

Ulil Abshor, selaku perwakilan warga Desa Jatimulyo mengatakan, masyarakat berharap penanganan masalah tersebut segera bisa diselesaikan agar tidak ada gejolak. “Kami harapakan Inspektorat dan Kejaksaan bisa berkoordinasi apa saja hambatannya. Kami minta segera diselesaikan,”katanya.

Menanggapi hal itu, petugas Inspektorat Pembantu Wilayah IV,Esti Adi menyampaikan, secara makro penanganan masalah Desa Jatimulyo telah tercapai 90 persen. “Tinggal menunggu langkah kejaksaan. Kita juga sudah naikkan surat ke Inspektur (pimpinan). Dalam Minggu ini nanti kita akan lakukan cek lapangan,”katanya.

Menurutnya, penanganan tidak bisa dilakukan cepat karena selain banyak tugas yang dikerjakan juga harus lebih berhati-hati. Sebab, kata Esti Adi, jika perkara tersebut disidangkan, pihaknya juga akan menjadi saksi ahli. “Karena itu, kami lebih hati hati. Meski demikian, penanganan tetap berjalan terus,”katanya. (hib/bas)

Baca juga:  Lestarikan Tradisi Literasi dengan Pentas Seni

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya