alexametrics

Pengusaha Karaoke Desak Bupati Demak Revisi Perda Hiburan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Pengusaha karaoke di Demak ramai-ramai mendesak Bupati Demak Eistianah merevisi Perda Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Hiburan. Utamanya pasal yang mengatur usaha karoke harus berjarak lima kilometer dari sekolah, tempat ibadah, serta harus bertempat di Hotel Bintang Lima.

Hal itu disampaikan Ketua Paguyuban Karaoke Demak, Haji Mukhlis di sela audiensi dengan Bupati Eistianah di ruang Bina Praja kemarin siang.Menurut Mukhlis, para pengusaha ogah dengan upaya penutuapan karaoke oleh Pemkab Demak. “Karaoke tidak bisa ditutup,” tegasnya.

Sebab, dalam perda hiburan telah diatur adanya usaha karaoke. Itu artinya, keberadaan karaoke legal. Hanya saja, pengusaha hiburan keberatan dengan aturan jarak lima kilometer dan harus Hotel Bintang Lima.

Baca juga:  Serbuan Teritorial Selesaikan Jalan Makadam Bedono

“Jarak dan hotel itu yang harus direvisi. Kami keberatan dengan pasal tersebut. Yang ada itu, bir bintang lima bukan hotel bintang lima,” selorohnya.

Menurut Mukhlis, perda wajib direvisi agar isinya dapat meringankan beban pengusaha karaoke. “Kalau bisa kami dicarikan lokasi. Kami siap membeli bersama-sama pengusaha lainnya. Tapi, ya itu tadi, perda harus direvisi agar pengusaha tidak pontang panting dan tidak tarik ulur terus. Pendapatan asli daerah (PAD) untuk Demak Kota Wali juga bisa naik,” katanya.

Apalagi, kata dia, karaoke sudah ada jauh hari sebelum ada perda hiburan tersebut. Pihaknya juga keberatan dengan razia minuman meras (miras) yang ada di karaoke.

Baca juga:  Dewan Desak Disdik Keluarkan SK Penugasan 200 PTT

“Mosok aturannya miras dikenai nol persen alkohol. Orang minum air berapa liter saja bisa muntah kok. Kita jujur saja jangan munafik,” kata pengusaha karaoke Dewa Musik tersebut.

“Mengapa minuman itu haram karena itu ada alkoholnya. Kenapa berzina itu haram, ya karena belum ada naibnya. Yang penting, kita tetap taati protokol kesehatan (prokes),” imbuhnya.

Sementara itu, bupati akan menampung pendapat pengusaha karaoke tersebut, untuk bisa dipertimbangkan lebih jauh dan dicarikan solusinya.

”Kita duduk bersama cari jalan terbaik. Kami akan berembuk supaya sama-sama puas,” kata bupati didampingi Wabup KH Ali Makhsun dan Forkopimda. (hib/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya