alexametrics

Dua Kubu Tetap Jalankan Penjamasan Pusaka Sunan Kalijaga

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Tradisi penjamasan pusaka Sunan Kalijaga tetap digelar. Hanya saja beberapa prosesi memang ditiadakan. Seperti berebut ancakan dan iring-iringan prajurit patangpuluhan.

Penjamasan dilakukan pada pusaka kutang ontokusumo dan keris kiai carubuk. Ini dilakukan lantaran penjamasan tersebut telah menjadi wasiat leluhur sehingga tidak bisa ditinggalkan pihak keluarga. Untuk memastikan tidak ada kerumunan, aparat gabungan turut mengawal jalannya prosesi penjamasan.

Penjamasan pusaka dijalankan dua kubu yang berseteru. Yakni, kubu Yayasan Sunan Kalijaga dan kubu Kasepuhan Kadilangu. Prosesi rangkaian penjamasan tidak seperti biasanya. Pada kondisi normal tidak ada pandemi, penjamasan diawali dengan pagelaran tradisi ancakan. Yaitu tradisi berebut nasi yang ditaruh dalam daun kayu jati dan dilapisi anyaman bambu. Namun, tradisi ancakan kali ini ditiadakan supaya tidak mengundang kerumunan massa.

Baca juga:  Bunuh Istri karena Cemburu Buta

Kabid Pengembangan Objek Daya Tarik Wiata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Pemkab Demak, Sutomo mengatakan, penjamasan pusaka oleh kubu Yayasan Sunan Kalijaga dilakukan sekitar pukul 07.30 hingga pukul 08.00. Jalan yang dilalui tidak lewat pintu gerbang utama, namun melalui jalan belakang. Kemudian, disusul penjamasan oleh kubu Kasepuhan pada pukul 09.00 hingga pukul 10.00.

“Sesuai kesepakatan yang ditiadakan adalah tardisi ancakan dan iring-iringan minyak jamas oleh prajurit patangpuluhan. Ini supaya tidak ada kerumunan massa,” tegasnya.

Penjamasan tetap dilaksanakan sebagai wujud bakti keluarga kepada Sunan Kalijaga selaku leluhur yang mewasiatkan penjamasan.“Ya, ibaratnya hanya nyekar di makam yang kemudian diselingi penjamasan pusaka,” ujar Sutomo. (hib/zal)

Baca juga:  HUT IBI ke-71, Klinik Zulfa Wedung Layani 23 Akseptor KB MKJP

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya