alexametrics

Proyek Pengendali Banjir-Rob di Sriwulan Batal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Proyek pengendalian banjir dan rob di wilayah Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, dibatalkan. Ini setelah ada refocusing anggaran dari pemerintah pusat atau Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Dana Rp 350 miliar tidak lagi untuk penanganan banjir dan rob tersebut.

Terkait hal ini, kemarin Kades Sriwulan, Zamroni bersama tokoh masyarakat setempat mengadukan masalah tersebut ke DPRD Demak. Mereka ditemui Ketua DPRD Fahrudin Bisri Slamet.

Kades Zamroni mengatakan, sejak akan adanya proyek itu, warga bergembira. Mereka senang lantaran banjir dan rob segera tertangani. Namun, ketika mendengar adanya refocusing anggaran dan munculnya surat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) kepada bupati terkait proyek yang dibatalkan, warga pun kecewa.

Baca juga:  UPBD Kabupaten Demak Masuk Nominasi Pemenang Bidan Delima Award Jateng

“Tentu, kabar pembatalan proyek karena refocusing ini menambah keterpurukan warga yang sudah lama digempur rob,” katanya di gedung dewan kemarin.

Menurutnya, intensitas banjir rob tiap hari terus naik. Kondisi ini membuat warga harus berjibaku meninggikan rumah dan jalan. Namun, upaya itu seakan tidak ada artinya karena rob terus menerjang.

“Harapannya proyek pengendalian banjir dan rob dilaksanakan. Tetapi, yang terjadi adalah pembatalan proyek. Karena itu, kita tanyakan langsung ke DPRD dan pemerintah daerah bagaimana yang sebenarnya terjadi,” ujar Zamroni.

Menanggapi masalah itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Disputaru) Demak, Ahmad Sugiarto menjelaskan, sebetulnya proyek pengendalian banjir dan rob tidak dibatalkan. Hanya saja, ada perubahan cara penanganan. Anggaran pun tidak direfokusing semua. Kini, lebih difokuskan pada pengendalian banjirnya. Sedangkan, pengendalian rob ditangani menjadi satu dengan tanggul laut. Diintegrasikan dengan pembangunan jalan tol.

Baca juga:  Bina Kader PPKBD Kecamatan Mranggen di Tiga Desa Sekaligus

“Intinya, tidak di-refocusing anggarannya, tapi dialihkan model pengendalian banjir dan robnya. Masak ada dua tanggul pengendalian rob?. Sabar. Tunggu aja tanggul untuk tol,” terangnya.

Sugiarto menambahkan, awalnya akan dibangun long storage, rumah mesin pompa dan lainnya. Namun, hal itu ditanggauhkan. Yang masih ada adalah drainase untuk tanggul Sungai Babon dan Sungai Sayung. Dengan demikian, pengendalian banjir di kawasan hilir bisa diatasi.“Jika drainase di dua sungai itu diperbaiki, maka air rob juga bisa tertampung di situ dan tidak langsung ke pemukiman warga,” ujarnya.

Ketua DPRD Demak, Fahrudin Bisri Slamet mengatakan, pengendalian banjir dan rob pada prinsipnya tetap dilakukan. Namun,  modelnya dialihkan sesuai kegunaannya. “Soal anggaran pusat itu menjadi kewenangan pusat. Kita hanya bisa berkoordinasi,” terangnya.

Baca juga:  Ajari Wirausaha Olah Ikan laut

Terpenting, lanjut Slamet, anggaran Rp 11 miliar yang sedianya untuk pembelian tanah, bisa dialihkan untuk infrastruktur penanganan rob. Itu dianggap lebih bermanfaat bagi masyarakat.“Kami minta agar Disputaru bisa koordinasi langsung dengan pemerintah desa agar penanganan rob bisa dilakukan dengan baik,” katanya. (hib/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya