alexametrics

Jalan Tol dan Tanggul laut Semarang-Demak Selesai 2024

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Pembangunan jalan tol Semarang-Demak terus dikebut. Ditargetkan pembangunan tol sekaligus tanggul laut tersebut selesai 2024. Hal ini disampaikan Gubernur Ganjar Pranowo usai mendampingi kunjungan Presiden Jokowi ke ruas tol sesi Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, Jumat (11/6/2021) sore.

“Pembangunan terus dilakukan, termasuk tanggul lautnya. Selesai 2024,”ujarnya. Seperti diketahui sebelumnya, target penyelesaian akhir 2022. Namun, lantaran membangun tanggul laut yang tidak mudah, maka butuh waktu lama. Tanggul laut mahal dan sulit. Apalagi, proses pembangunan tersebut juga masih terkendala pembebasan lahan di sejumlah titik.

Gubernur menambahkan, jalan tol diharapkan dapat menyelesaikan berbagai persoalan termasuk membendung air rob. Karena itu, pembangunan tol terus jalan sekaligus tanggul lautnya. “Tadi sudah disampaikan Bapak Presiden Jokowi, bahwa jalan tol Semarang-Demak ini menjadi concern (perhatian) beliau. Sebab, jalan tol ini nanti akan nyambung dengan jalan tol Pantura lainnya,”kata Gubenur Ganjar.

Baca juga:  Persenjataan TNI jadi Pusat Perhatian

Humas PT Pembangunan Perumahan (PP) Tol Semarang-Demak, Roby Suwarna menyampaikan, progres pembangunan jalan tol masih 40 persen. “Masih terkendala pembebasan lahan,”katanya. Diantaranya, belum tuntasnya pembebasan lahan di wilayah Desa Wonosalam, Kendaldoyong, dan Karangrejo, Kecamatan Wonosalam serta di Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung. “Kita masih menunggu proses konsinyasi di Pengadilan Negeri (PN),”katanya.

Saat ini, kata Roby, fokus pembangunan masih seputar pemasangan pilar penyangga tol, jembatan dan pengurukan tanah di ruas tol yang telah dibebaskan tanahnya. Sedangkan, untuk lahan yang tertutup air laut belum dapat dibebaskan lantaran masih menunggu regulasi atai peraturannya sebagai dasar hukum.

Sementara itu, warga RT 1 RW 1, Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, Samsuri, 48, mengaku tidak dapat ganti rugi secara memuaskan. Padahal, yang bersangkutan sudah mengumpulkan lebih dari 3 berkas. Dari pihak kelurahan juga sudah acc. “Untuk rumah saya Rp 230 juta. Tapi dari bangunan tempat usaha percetakan saya belum. Saya kecewa karena tidak masuk hitungan,. Rumah sudah dibeli, tapi tempat usaha belum,”katanya.

Baca juga:  Korban Banjir Rob Sayung Butuh Pasokan Air Bersih

Samsuri menambahkan, surat surat yang dimiliki lengkap termasuk sertifikatnya. “Saya minta keadilan pada Pak Jokowi. Usaha saya kan ya bayar pajak juga . Terus saya mau ngadu ke Pak Jokowi,”katanya. Sedangkan, warga lainnya, Sun Khasanah mengaku senang karena tanahnya telah dibayar. “Saya senang karena rumah saya kan kena rob terus. Saya dapat Rp 365 juta,”katanya.

Kunjungan Presiden Jokowi ke jalan tol Semarang-Demak selain menyebabkan macet panjang di ruas Pantura Demak-Sayung juga membuat sejumlah wartawan kecewa. Sebab, mereka tidak bisa masuk ke lokasi dan dilarang meliput kegiatan presiden tersebut. (hib/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya