alexametrics


Sambangi RSKW, Bupati Eisti Request Lagu Tanda Merah

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Demak – Eksistensi Radio Suara Kota Wali (RSKW) FM 104,8 harus dijaga. Pengelola harus lebih inovatif agar radio pelat merah ini, tetap mendapat atensi pendengarnya.

Hal itu dikatakan Bupati Demak dr Eistianah (Eisti) saat talkshow di radio pelat merah tersebut. Itu kali pertama Eisti berkunjung ke RSKW usai dilantik. Bahkan di akhir acara, bupati langsung me-request lagu Evitamala, “Tanda Merah”. Sebab, lagu itu, kata bupati, yang disukai masyarakat Demak.

Talkshow kemarin begitu santai. Suasana begitu cair ketika orang nomor satu di Kota Wali itu menyapa para kru dan penyiar RSKW. ”Ini ya, para penyiar yang suaranya bagus-bagus itu. Apa kabar,?” sapa bupati sembari tersenyum.

Sapaan hangat bupati tersebut kontan membuat para penyiar radio langsung terasa akrab dengan bupati. Kunjungan bupati kali pertama yang disertai dengan talkshow di radio legendaris milik pemerintah daerah ini menjadi momen yang baik dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Diskominfo Endah Cahyarini kemudian mengenalkan secara singkat sejarah RSKW. Mulai didirikan, perubahan nama, perubahan dari radio analog hingga menjadi radio digital. “RSKW kini telah bertransformasi menjadi radio digital.”ujar Endah.

Saat talkshow di RSKW, Bupati Eistianah mengapresiasi pengelolaan radio bersejarah tersebut. Bupati berharap RSKW bisa berkembang pesat dan lebih inovatif dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. Dengan demikian, radio tetap mendapatkan atensi dari pendengarnya. Masyarakat Kota Wali dan sekitarnya.“Bagaimana caranya agar RSKW ini bisa tetap di hati masyarakat. Karena itu, harus inovatif,” ujarnya.

Menurut bupati, RSKW adalah media yang bagus. Sehingga perlu dipertahankan kejayaannya. “Sehingga bisa menjadi bagian dari perubahan sosial masyarakat,” kata bupati.

RSKW pun masuk nominasi enam besar LPPL se-Jawa Tengah. Untuk mencapai prestasi yang lebih dari itu, Bupati Eisti pun memberikan masukan agar super tim yang terbentuk lebih solid. “Kadinkominfo pun harus bisa berperan sebagai wonder women,” kata Eisti. (hib/zal)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer