alexametrics

Tradisi Syawalan di Demak Ditiadakan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Puncak pesta syawalan di wilayah Demak hari ini ditiadakan. Tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun ini terpaksa dihentikan sementara lantaran masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan dalam rakor dan halalbihalal secara virtual yang digelar Pemkab Demak bersama DPRD dan Forkopimda di ruang Bina Praja kemarin.Plh Bupati Demak, dr Singgih Setyono menegaskan, bahwa pandemi Covid-19 belum selesai.  “Karena itu, kami minta masyarakat tetap jaga kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes),” katanya.

Selain itu, kata dia, bupati juga meminta Satgas Covid-19 tingkat desa dan kecamatan untuk lebih giat dan bersemangat dalam menggalakkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Masyarakat diminta tetap pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak atau hindari kerumunan.

Baca juga:  Empat Terdakwa Penganiayaan dan Perusakan Tambak Garam Jadi Tahanan Kota, Keluarga Korban Protes

Seperti diketahui, tradisi syawalan bagi masyarakat Kota Wali telah mendarah daging. Meski demikian, masyarakat diharapkan bisa menyadari sekaligus memahami saat ini masih dalam keadaan tidak normal lantaran pandemi korona.

Dalam kondisi normal, pesta syawalan atau yang juga dikenal dengan tradisi sedekah laut biasanya diramaikan di sejumlah titik wisata di pesisir pantai Demak. Seperti, di pantai Morodemak Kecamatan Bonang, pantai Bungo, Kecamatan Wedung dan tempat rekreasi wisata Morosari, Kecamatan Sayung.  (hib/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya