alexametrics

Tangkap Penyuntik Gas Elpiji saat Melintas di Jalan Lingkar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Jajaran Satreskrim Polres Demak menangkap Moh Haimin, 36, warga Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Pelaku ditangkap saat melintas di jalan raya Pantura Demak karena mengemudikan kendaraan pikap Nopol K 1701 RT tanpa dilengkapi surat surat jalan termasuk pemuatan gas elpiji.

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata pikap warna hitam itu membawa tabung elpiji ukuran 12 kg dan tabung elpiji melon bersubsidi ukuran 3 kg.

Kapolres Demak AKBP Andhika Bayu Adhittama melalui Kasatreskrim AKP Agil Widiyas Sampurna mengatakan, semula tersangka bersama kakak iparnya, Supari berangkat dari rumahnya di Kudus untuk membeli gas elpiji 3 kg bersubsidi di Semarang dengan pikap milik Ngadi yang juga kakak ipar pelaku.

Baca juga:  Mustain: Jangan Tonjolkan Ego Sektoral

Dari Kudus, pikap itu membawa 280 tabung elpiji 3 kg dalam kondisi kosong. Sesampainya di sebuah pangkalan elpiji di Semarang, tabung kosong kemudian diisi dengan cara disuntik dari elpiji ukuran 12 kg. Penyuntikan dilakukan usai transaksi pembayaran dilakukan. Tabung elpiji yang telah berisi itu lalu ditata rapi dalam pikap hingga orang lain tidak bisa melihat isi pikap tersebut.

“Nah, saat melintas di jalan lingkar Demak, pikap yang dikemudikan Moh Haimin tersebut dihentikan petugas,” kata Kasatreskrim.

Setelah dilakukan penggeledahan dan interogasi, dalam pikap akhirnya terbongkar dengan adanya ratusan gas elpiji subsidi ukuran 3 kg tadi. “Pelaku tidak bisa menunjukkan surat izin pemuatan elpiji tersebut hingga kita amankan ke Mapolres Demak untuk dilakukan pemeriksaan,” tambahnya.

Baca juga:  Pembangunan Ramah Lansia Jadi Perhatian

Selanjutnya, pelaku ditetapkan sebagai tersangka lantaran melanggar tindak pidana terkait penyalahgunaan pengangkutan niaga bahan bakar minyak (BBM) atau bahan bakar gas bersubsidi dari pemerintah tanpa izin dan diperjualbelikan lintas daerah. Modus pelaku adalah mencari keuntungan dalam bisnis suntik elpiji tersebut.

Pelaku melanggar pasal 55 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan atau pasal 53 atau pasal 23 hutuf b UU Nomor 22 Tahun 2021 tentang Gas dan Minyak Bumi. Atas perbuatannya itu, pelaku ditahan di Polres Demak.

Tersangka mengakui bahwa gas elpiji hasil suntikan itu dijual ke sejumlah daerah. Seperti Kudus, Pati dan Grobogan dengan harga di atas eceran. “Ambil barang dari pangkalan di Semarang tidak tiap hari. Biasanya ambil 150 tabung,” katanya. (hib/ap)

Baca juga:  Sudah Gelontor 121 Tangki Air Bersih

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya