alexametrics

Naik Pikap dari Tangerang, Pemudik Ditilang di Demak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Jajaran Satlantas Polres Demak dengan tegas menindak pemudik yang tidak mentaati aturan lalu lintas. Sebuah kendaraan pikap terpaksa diberhentikan di jalan lingkar Kota Demak lantaran dipakai untuk mengangkut orang mudik. Selain itu, sopir tidak bisa menunjukkan surat izin mengemudi (SIM).

Pengemudi pikap nopol B 9448 WAG, Mustofa, warga Sampang, Madura mengungkapkan, ia bersama keluarganya berangkat dari Tangerang Selatan (Tangsel) hendak mudik ke Madura.  “Bibi saya sakit sehingga kami harus pulang sekalian mudik lebaran,” katanya. Itu dilakukan karena jalan raya ditutup mulai 6 Mei lusa. “Kita satu keluarga. Kita mudik lebih awal. Untuk transportasi adanya pikap ini. Kalau mau naik bus mahal,” katanya.

Baca juga:  Inggit Soraya Disebut sebagai “Ratu Literasi” Kota Pekalongan

Untuk kenyamanan, pikap ditutup kain terpal yang kemudian dilengkapi dengan kipas angin agar tidak kepanasan.  Dia mengatakan, sejak berangkat dari Tangsel pukul 21.00 malam, tidak ada penghadangan di perjalanan. Semua berjalan lancar dan baru kena tilang saat memasuki jalan lingkar Kota Demak.

Kasatlantas AKP Fandy Setiawan mengatakan, pihaknya terpaksa  melakukan penilangan terhadap kendaraan tersebut lantaran tidak mematuhi lalu lintas. “Selain pikap yang mestinya untuk angkut barang namun justru digunakan untuk angkut orang. Sopir juga tidak bawa SIM,” katanya disela memimpin operasi terhadap dugaan travel gelap dari luar Jateng yang masuk ke Demak.  (hib/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya