alexametrics

Bentengi Radikalisme, Perkuat Akidah Aswaja

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Polri menggencarkan kembali sosialisasi kontra radikalisme di ponpes (pondok pesantren). Kali ini sasarannya Ponpes Langgar Wali, Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam.

Turut mengisi sebagai narasumber adalah  Kabag Penerangan Umum Mabes Polri, Kombespol Rahmat Ramadan bersama Kapolres Demak AKBP Andhika Bayu Adhittama.

Selain itu, narasumber dari MUI)Pusat, Ustadz Najib Ar Ramdani, alumni Ponpes Sarang Rembang, santri (Alm) KH Maemun Zubair. Ia juga lama bermukim di Suriah, Timur Tengah. Ia sempat berguru kepada Syekh Wahbah Az Zuhaili dan Syekh Muhamad Said Ramadan al Buthi.

“Beliau, Said Ramadan al Buthi merupakan salah satu ulama Suriah yang wafat akibat korban bom bunih diri ulah kelompok radikal di masjid saat mengajar ilmu tafsir,” katanya.

Baca juga:  Lazisnu Salurkan Bantuan 50 Ribu Kaplet Multivitamin

Ustadz Najib menyampaikan, negara Suriah luluhlantak akibat aksi terorisme yang dilakukan oleh aliran yang gemar mengkafirkan dan membid’ahkan ajaran lain.

“Mereka adalah golongan khawarij era sekarang. Wujudnya saat ini bisa seperti ISIS, Taliban dan sejenisnya,” ujarnya.

Dia pun mengajak para santri Langgar Wali dan pesantren lain dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) agar memperkuat ajaran ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) sebagai benteng dari radikalisme.

“Jauhilah esktremisme beragama. Media sosial (medsos) harus kita isi dengan konten atau narasi aswaja untuk menolak paparan radikalisme,” katanya.

Kombespol Rahmat Ramadan menyampaikan, program kontra radikalisme perlu dilakukan untuk melawan aksi terorisme dan paparan ajaran radikal kelompok tertentu.

Baca juga:  Banyak Lubang, Jalur Pantura Demak Langganan Macet

“Sebab, terorisme bisa menghancurkan negara. Terorisme berawal dari paham radikal. Karena itu, lembaga pendidikan termasuk pesantren jangan sampai terpapar paham radikal tersebut,”katanya.

Kapolres Demak, AKBP Andhika Bayu Adhittama mengatakan, radikalisme menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia. “Kita harus bersama-sama membentengi generasi muda dari pengaruh radikalisme dan terorisme tersebut demi tetap tegakknya NKRI,” katanya. (hib/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya