alexametrics

Pemerintah Pusat Harus Perhatikan Nasib Petani

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Nasib petani di Kabupaten Demak kian terpuruk. Hal ini ditandai dengan makin menurunnya harga gabah di tingkat petani, utamanya saat panen raya.

Wakil ketua DPRD Demak Zayinul Fata merasa prihatin dengan kondisi tersebut. Zayin angkat bicara soal nasib para petani ini.”Selaku wakil rakyat dengan mendasarkan pada aspirasi masyarakat bawah (petani), harga beras di pasaran sangat rendah. Ini mengakibatkan harga gabah pun ikut anjlok,”kata ketua DPC PKB Demak ini.

Dia berharap, pemerintah pusat memperhatikan nasib petani di daerah agar tingkat kesejahteraan meningkat. Salah satu caranya adalah menaikkan harga beras yang rendah sehingga bisa mengatrol kenaikan harga gabah di tingkat petani.

Baca juga:  Perempuan NU Jadi Kekuatan Baru Kemajuan Ekonomi Warga Nahdliyyin

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Demak Ir Wibowo melalui Kabid Ketahananan Pangan, Dewi Suciati mengungkapkan, terkait dengan harga gabah turun pada saat panen raya diakui sudah biasa terjadi. “Apalagi kondisi hujan terus-terusan,”katanya. Menurutnya, untuk harga gabah saat ini kondisinya baik. Artinya masih di atas harga pokok penjualan (HPP).

Untuk gabah kering giling (GKG) di penggilingan padi harganya antara Rp 5.300 hingga Rp 5.500 perkilogram. Adapun harga gabah kering panen (GKP) tidak bisa disampaikan lantaran panen sudah selesai.

Saat musim curah hujan tinggi harga antara Rp 3.700 hingga Rp 4.400 perkilogram dengan melihat kualitas. Ini diketahui saat monitoring dan evaluasi (monev) dryer atau masa pengeringan.

Baca juga:  ASN Demak Borong Bawang Merah Petani Desa Kunir

Lebih lanjut, masalah klasik saat curah hujan tinggi Bulog diduga belum atau terlambat star dalam melakukan penyerapan gabah petani . Sehingga capaian hanya 76 ton untuk bulan Februari.

“Kemudian langkah dinas terkait dengan hal tersebut kita sudah koordinasi dengan Bulog agar bisa membeli,”ujarnya. Selain itu, memberdayakan gabungan kelompok tani (Gapoktan) terkait pengembangan usaha pangan masyarakat (PUPM). Karena itu, kata Dewi, yang ada modal agar mau membeli gabah di kelompok tani tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Pemkab Demak, Iskandar Zulkarnain menyampaikan, harga beras IR 64 di pasaran berkisar antara Rp 10 ribu perkilogram untuk kelas medium hingga Rp 12 ribu perkilogram untuk kelas premium. “Untuk bulan Maret harga masih stabil,”katanya. Terkait dengan harga gabah kering giling harganya telah diatur sendiri dalam peraturan pemerintah.

Baca juga:  Kunci Penurunan Covid-19 di Masyarakat

Iskandar menambahkan, meskipun harga beras dan gabah sudah diatur oleh pemerintah dengan permendag atau permentan tapi masih sangat ditentukan oleh stok dan permintaan di lapangan.
“Jika panen raya produk melimpah dan permintaan tetap atau turun harga diperkirakan turun,”katanya. (hib/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya