alexametrics

Dipolisikan Anak karena Dugaan KDRT, Ibu Ditahan

Rekomendasi

Pria yang Nekat Bakar Pujaan Hatinya Akhirnya Meninggal

RADARSEMARANG.ID, Demak - Lulus Wahyudi, 40, tersangka kasus pembakar kekasihnya, Lina Listiana, 30, dan toko milik korban, akhirnya meninggal...

Sejak Berkonflik, Sumiyatun belum Pernah Bertemu Anak Bungsu

RADARSEMARANG.ID - Di mata anak-anaknya, Sumiyatun termasuk wanita yang tangguh. Bahkan, Agesti Ayu Wulandari pun saat bertemu di Kejaksaan...

Eisti-Alim, Bupati dan Wakil Bupati Demak Terpilih

RADARSEMARANG.ID, Demak - KPU Demak resmi menetapkan paslon Bupati dan Wakil Bupati Demak terpilih pada Pilkada 9 Desember 2020...

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Seorang ibu bernama Sumiyatun, 36, warga Desa Banjarsari RT 4 RW 4, Kecamatan Sayung, Demak dipidanakan oleh anaknya sendiri, yaitu Agesti Ayu Wulandari, 19. Laporan pemidanaan itu dilakukan terkait dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kasus yang ditangani penyidik Satreskrim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Demak tersebut telah memasuki tahap P21 atau penyerahan tersangka dan barang bukti (BB). Sumiyatun pun kemarin ditahan di Mapolres Demak.

Kapolres Demak AKBP Andhika Bayu Adhittama melalui Kasatreskrim AKP Fachrur Rozi mengatakan, penahanan dilakukan agar proses penyidikan perkara tersebut dapat berjalan dengan lancar.

“Ini terkait dengan kasus penganiayaan ibu terhadap anak, sehingga mengakibatkan anak menjadi trauma. Tentu alasan penyidik dalam penahanan ini adalah subjektif dan objetif, utamanya agar tidak melarikan diri,” ujarnya didampingi KBO Satreskrim Unit PPA Iptu Mujiono kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Berdasarkan laporan di kepolisian, penganiayaan terjadi pada 21 Agustus 2020 pukul 18.35 di rumah Sumiyatun, Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung, Demak.

“Anak menjadi korban KDRT, sehingga melanggar pasal 44 ayat 1 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan KDRT,” katanya.

Saat kejadian, antara ibu dan anak tersebut saling dorong, hingga sang anak terluka, yang selanjutnya dilakukan visum di rumah sakit. “Untuk mediasi sebenarnya sudah dilakukan. Tapi, sang anak tidak hadir,” ujarnya.

Sumiyatun saat ditemui RADARSEMARANG.ID ini di Mapolres Demak mengaku, dirinya sebagai ibu saat peristiwa pertengkaran tersebut secara tidak sengaja menarik kerudung yang dipakai putrinya, Agesti Ayu. Hal itu menyebabkan luka di bagian pelipis sang anak.

“Tapi, sebelumnya saya didorong anak saya hingga terjatuh,” ujar dia didampingi kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Demak Raya, Haryanto SH.

Buntut kejadian itu, Sumiyatun dilaporkan putrinya ke Polres Demak. Ia pun ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan ibu terhadap anak. “Anak saya tidak akan mencabut laporannya, sehingga saya pun ditahan,” katanya.

Sumiyatun menyampaikan, apa yang dialami olehnya tersebut menjadi pelajaran berharga. “Ibu-ibu kalau punya anak seperti saya tolong diawasi. Kronologi kejadian ini diawali saat saya melarang anak saya yang hendak pergi camping bersama teman-temannya. Anak yang tidak bisa mendengar ibunya seperti ini ternyata memang ada, dan saya alami sendiri,” ujar Sumiyatun pilu.

Menurutnya, anaknya tersebut kini di Jakarta tinggal bersama ayahnya. “Saya sudah bercerai dengan suami saya,” katanya.

Terkait kasus yang dialami itu, Sumiyatun tidak habis pikir hal itu terjadi. “Wong tuwo meh mbales anak, bagiku yo gak pantes. Tapi, anak tega dengan aku sebagai ibunya ya sudah. Gak apa-apa,” ungkap Sumiyatun pasrah sebelum dibawa ke sel tahanan Mapolres Demak.

Sebelumnya, dalam surat pernyataan yang ditandatangani Agesti Ayu Wulandari tertanggal 20 Oktober 2020 disebutkan, aduannya ke Unit PPA Polres Demak dengan pihak teradu ibunya sendiri atas nama Sumiyatun tidak akan dicabut.

“Kami memohon kepada penyidik PPA Polres Demak untuk menindaklanjuti dan atau melanjukan perkara aduan tersebut,”tulis Agesti dalam surat pernyataan.

Dalam surat pernyataan dengan tulisan tangan itu disampaikan, Agnes meminta agar perkara dengan teradu ibunya sendiri itu disidangkan sampai di pengadilan. Ada beberapa pertimbangan yang ditulis dalam surat pernyataan itu.

“Sejauh ini, ibu saya belum pernah atau tidak pernah mengakui kesalahannya terhadap kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukannya. Ini memberikan peringatan terhadap ibu saya bahwa keluarga itu berharga. Dan, menyerahkan sepenuhnya perkara ini terhadap pengadilan untuk memberikan keadilan seadil-adilnya menurut undang-undang yang berlaku,” katanya. (hib/aro)

 

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Samsung Galaxy S21 Series 5G: Pengalaman Smartphone Terbaik, Didukung Galaxy SmartTag dan Galaxy Buds Pro

RADARSEMARANG.ID, Jakarta - Samsung Electronics Co., Ltd. Galaxy S21 Series 5G telah diperkenalkan pada acara Galaxy Unpacked pada hari...

Lainnya

Bunuh Istri karena Cemburu Buta

RADARSEMARANG.ID, Demak - Zaini naik pitam setelah istrinya, Nur Kamidah, 36, mengakui jika selingkuh. Seketika itu, lelaki 39 tahun...

Sadis! Hanya karena Cemburu, Pria di Demak Ini Bunuh Istrinya saat Tidur

RADARSEMARANG.ID, Demak - Kasus pembunuhan terjadi di Desa Mijen, Kecamatan Kebonagung. Seorang suami tega membunuh istrinya sendiri dikala sedang tidur...

Eisti-Alim, Bupati dan Wakil Bupati Demak Terpilih

RADARSEMARANG.ID, Demak - KPU Demak resmi menetapkan paslon Bupati dan Wakil Bupati Demak terpilih pada Pilkada 9 Desember 2020...

Sampah dan Timbunan Lumpur Jadi Penyebab Banjir di Kecamatan Mranggen

RADARSEMARANG.ID, Demak - Penyebab banjir yang melanda wilayah Kecamatan Mranggen beberapa waktu lalu, karena adanya tumpukan sampah yang menyumbat...

Pembukaan Tempat Wisata Religi Tunggu Hasil Simulasi

RADARSEMARANG.ID, Demak - Tempat wisata religi Makam Sunan Kalijaga di Kelurahan Kadilangu, Kecamatan Demak Kota hingga Minggu (7/6/2020) belum...

Bagikan Masker untuk Penumpang Angkot

RADARSEMARANG.ID, Demak - Kebutuhan masker bagi masyarakat cukup tinggi. Sebab, masker menjadi salah satu alat yang dikenakan warga sebagai...

Datangkan Pakar Teliti Kubah Masjid Agung

RADARSEMARANG.ID, DEMAK - Para ahli atau pakar arsitektur membahas secara khusus terkait dengan kubah Masjid Agung Demak. Ini dilakukan...

Disambar Petir, Rumah Porak-Poranda

RADARSEMARANG.ID, Demak - Hujan deras yang disertai petir membuat warga Desa Mlaten, Kecamatan Mijen ketakutan. Pasalnya, rumah salah satu...

BUMD Ujung Tombak PAD

RADARSEMARANG.ID, DEMAK - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi ujung tombak pemerintah daerah dalam memacu Pendapatan Asli Daerah (PAD)....

TPA Darupono Baru Dianggarkan Rp 20,7 M

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Darupono Baru mulai dilaksanakan. Rencananya, TPA yang akan menggantikan TPA Darupono...

Waspada, Kasus DBD di Kendal Naik 146 Persen

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kendal cukup mengkhawatirkan. Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, selama...

Usulkan Rp 300 T untuk Sabuk Laut Demak-Jepara

RADARSEMARANG.ID, Demak - Pemkab Demak telah mengusulkan pembangunan sabuk laut dengan anggaran Rp 300 triliun ke Kementerian PUPR. Ini...

Menarik

Terseret Gelombang, Kapal Tongkang Terdampar di Desa Tambakbulusan

RADARSEMARANG.ID, Demak - Gelombang besar dan angin kencang melanda pesisir Demak. Selain berdampak pada terganggunya aktivitas melaut nelayan, gelombang...

Siapkan Infrastruktur Pembelajaran Berbasis Digital

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Digitalisasi dalam pembelajaran di dunia pendidikan saat ini perlu dipersiapkan pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia. Salah...

Pohon Karier Tingkatkan Pembelajaran Lingkungan Pekerjaan

RADARSEMARANG.ID, DALAM melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas seharusnya melibatkan semua aspek. Guru harus bisa membawa situasi belajar...

Dewi Setyana Suka Wisata Alam

RADARSEMARANG.ID, BAGI Dewi Setyana AMd mengeksplore tempat wisata alam menjadi hal yang mengasyikkan. Sebab, ia bisa menikmati keindahan ciptaan...

Gugah Semangat Belajar selama Pandemi dengan Animasi

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 membuat berbagai sektor kehidupan merasakan dampaknya, salah satunya dunia pendidikan. Beberapa pemerintah daerah menerapkan kebijakan pembelajaran...

Populer

Kisah Pilu Dewi Firdauz, Ibu yang Digugat Anaknya Gara-Gara Toyota Fortuner

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kasus anak menggugat ibu kandung yang dialami Dewi Firdauz, 50, menimbulkan banyak simpati dari masyarakat. Dukungan...
%d blogger menyukai ini: