alexametrics

Pembangunan Jalan Tol Sidogemah Baru 28 Persen, Sebagain Masih Terkendala Pembebasan Lahan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Pembangunan jalan tol seksi 2 ruas Sidogemah, Kecamatan Sayung hingga kini baru tercapai sekitar 28 persen. Antara lain, fokus pada pemasangan tiang pancang serta pembuatan gorong gorong dan penataan talud.

Yang masih menjadi kendala pembangunan adalah belum semua lahan dibebaskan atau dibayarkan. Karena itu, pembangunan hanya dilakukan di titik titik lahan yang sudah lunas dibayar.

Humas PT Wijaya Karya (Wika), Tjutjuk Ermawanto menyampaikan, pembebasan lahan yang dimusyawarahkan pada Agustus lalu sebagian besar telah dilunasi. Sedangkan, hasil musyawarah bersama warga pada November lalu belum dibayarkan. Pembayaran dan pembebasan lahan menjadi tugas Badan Pertanahan dan PPK lahan.

pihaknya bertugas membangun putaran jalan di wilayah Sidogemah. Sebab, di lokasi tersebut merupakan titik keluar masuk jalan tol Demak-Semarang. Titil keluar masuk kendaraan ke jalan tol juga ada di wilayah Kadilangu, Demak Kota yang digarap PT PP.

Baca juga:  Tiga Tahun Belum Dilantik sebagai Kades

“Kita buat puteran aja. Hanya 25 persen dari seksi 2 Demak-Sayung yang meliputi Desa Sidgemah, Sayung dan Purwosari. Sedangkan, yang 75 persen sisanya dibangun PT Pembangunan Perumahan (PP). PT PP kebagian ruas seksi 2 antara setelah Sidogemah ke timur hingga Demak,” katanya di sela paparan progres pembangunan jalan tol di kantornya kemarin siang.

Menurutnya, kini untuk percepatan pembangunan jalan tol PT Wika telah memproses material menjadi bahan jadi. “Kita sedang kerjakan bahan pabrikan utamanya merangkai manufacture. Nanti tinggal pasang saja,”katanya.

Sementara itu, Tjutjuk juga menambahkan, pembangunan jalan tol yang tercapai sekarang tidak ada kaitannya dengan kejadian banjir di wilayah Desa Sayung dan Desa Loireng. Berdasarkan survey lapangan, pihaknya telah mengecek langsung penyebab banjir. Dimungkinkan akibat buntunya gorong gorong atau sipon pembuang air di Desa Sidogemah.

Baca juga:  Polisi Tunggu Hasil Lab untuk Ungkap Kasus Keracunan Massal di Temuroso Demak

“Kita sempat datangkan penyelam dari Kopaska Surabaya untuk mengecek sipon yang ada dibawah jalan raya Pantura Sayung. Ternyata diketahui sedimentasi sipon sangat tinggi sehingga air dari selatan Sayung tidak bisa dibuang ke laut,” katanya.

Karena itu,pihaknya telah menyurati pihak BBWS di Semarang agar bisa mengeruk sedimentasi sipon sebagaimana yang diharapkan warga setempat. (hib/ap)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya