alexametrics

Pantau Keaktifan Bank Sampah dengan Aplikasi Berbasis Barcode

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Dinas Lingkungan Hidup (LH) Pemkab Demak membentuk 40 bank sampah baru. Ini melengkapi bank sampah sebelumnya yang tercatat ada 91 unit bank sampah. Yang membedakan bank sampah lama dan bank sampah baru tersebut adalah cara pengelolaannya yang terus dikembangkan.

Kabid Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas LH, Kus Darmawan mengatakan, keaktifan bank sampah yang baru tersebut dipantau melalui aplikasi jari satu. Yaitu, jaringan informasi pengelolaan sampah terpadu berbasis barcode. Dengan barcode itu, tinggal klik. Maka, aplikasi itu dapat diketahui secara detail siapa pengurus bank sampah, nama bank sampah dan lokasinya.

“Melalui aplikasi jari satu ini kita tinggal melihat mana saja bank sampah yang aktif mengelola dan memasukkan data kegiatan terbaru,” ujar Kus Darmawan di kantornya kemarin. Menurutnya, bank sampah yang baru terbentuk itu dikonsentrasikan di wilayah Kecamatan Wedung dan Demak Kota.

Baca juga:  Warga Pesisir Butuh Pasokan Air Bersih

Dia menambahkan, adanya bank sampah bersistem aplikasi tersebut diharapkan dapat menyadarkan masyarakat agar dapat mengelola sampah rumah tangga dengan baik. “Ini menjadi gerakan kita supaya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dapat meningkat,” katanya.

Ide membuat aplikasi bank sampah ini bermula dari keprihatinan masih banyaknya warga yang membuang sampah sembarangan di sungai. Selain itu, sampah menumpuk di penampungan sementara dan tidak dimasukkan ke kontainer yang tersedia. “Karena itu, kita gerakkan bank sampah dengan sistem barcode ini,” katanya.

Menurutnya, bank sampah yang aktif dan beprestasi akan dinilai dan mendapatkan reward. Antara lain, diajak untuk studi banding ke bank sampah di daerah lain yang lebih maju. “Kita juga berharap, ada perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya. Yaitu, mana yang organic dan mana yang non organik,” kata dia.

Baca juga:  Bawaslu Warning Petahana

Dengan adanya pemilahan itu, maka sampah plastic dapat dijadikan biji plastik dan lainnya. Ia berharap, gerakan bank sampah bisa mengurangi tumpukan sampah di TPA. Sebab, dari sekitar 600 ribu ton potensi sampah yang ada, yang dapat terangkut ke TPA hanya sekitar 80 ton perhari. (hib/ap)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya