alexametrics

Dua Warga Tewas Disengat Tawon Vespa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak kini menggencarkan pembasmian sarang tawon vespa atau tawon ndas. Setidaknya, hingga kini pihak BPBD telah menangani 29 kasus sarang tawon.

Kepala pelaksana BPBD Demak Agus Nugroho LP melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Suprapto mengatakan, petugas kerap mengalami kendala dalam membasmi sarang tawon yang dilaporkan warga tersebut.

“Kadang yang punya rumah tidak kooperatif. Misalnya, diminta matikan lampu tidak mau, serta tidak menyediakan obat pembasmi. Kalau lampu tidak dimatikan, tawon langsung menyerang petugas,” ujarnya.

Menurutnya, untuk membasmi sarang tawon itu, petugas harus naik ke atap rumah mengenakan pelindung diri secara lengkap. “Kita lakukan evakuasi sarang tawon pada malam hari. Dengan begitu, tawon tidak menyerang. Kalau siang hari bisa ambyar terbang dan menyerang petugas,” katanya.

Baca juga:  Pembebasan Lahan Sidogemah Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Tol

Dalam catatan BPBD, setidaknya sudah ada dua warga yang dilaporkan meninggal akibat diserang tawon vespa. Yaitu, seorang warga di Desa Kangkung, Kecamatan Mranggen dan warga Desa Blerong, Kecamatan Guntur.

Abdul Rohman, 75, warga desa Kangkung, ketika itu sedang mencari rumput di belakang rumah warga tidak mengetahui jika di atas pohon ada sarang tawon. Sarang itu tersenggol  hingga akhirnya  ratusan tawon menyerang korban. Saat dilarikan ke rumah sakit, tubuh korban kejang-kejang, kemudian meninggal.

Sedangkan, kejadian di Desa Blerong. Seorang warga hendak mengevakuasi secara mandiri sarang tawon itu, namun korban disengat hingga tewas.  “Untuk di Blerong ada 10 sarang tawon di lokasi yang berbeda,” katanya. (hib/zal)

Baca juga:  Bangun Jamban Warga Miskin

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya