alexametrics

Restu Ibu dan Dukungan Penuh Keluarga untuk Gus Bad

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Keluarga besar Calon Wakil Bupati (Cawabup) Muhammad Badruddin Ma’shum (Gus Bad) mendukung sepenuhnya pencalonan Gus Bad dalam pilkada Demak 2020.

Hal itu disampaikan kakak kandung Gus Bad, KH Zainal Arifin Ma’shum yang juga Pengasuh Ponpes Fathul Huda, Karanggawang, Kecamatan Sayung. Seperti diketahui, Gus Bad telah ditetapkan KPU Demak sebagai pasangan Calon Bupati (Cabup) Mugiyono.

Kiai Zainal Arifin menegaskan, pencalonan Gus Bad telah didoakan dan direstui oleh ibunya, Nyai Hj Sayyidah bin Umar.

“Ibu  telah mengizinkan Gus Bad untuk menjadi cawabup dari Cabup Pak Mugiyono, sehingga bisa ikut kontestasi dalam pilkada ini,” ujar Kiai Zainal.

Menurutnya, pencalonan Gus Bad bukannya tanpa alasan. Selain telah melalui proses panjang dan rumit, kemunculan Gus Bad antara lain untuk mengamankan keputusan Forum Jalsah Ulama Nahdliyyin Demak ketika itu. Salah satu poin keputusan jalsah adalah, calon bupati dari kalangan laki-laki.

Baca juga:  PGSI Pertanyakan Raperda Pendidikan

“Karena itu, majunya Gus Bad merupakan bagian dari jihad politik. Artinya, tidak bisa menghindar lagi atau tidak ada pilihan lain kecuali ikut mendampingi Pak Mugiyono dalam pilkada,” katanya.

Kiai Zainal mengatakan, sebenarnya dalam tradisi keluarganya tidak ada keinginan untuk mencari jabatan. “Orang tua kami tidak pernah mendidik anak-anaknya untuk mencari pangkat atau jabatan. Kita sudah berusaha sekuat tenaga menghindar. Termasuk dalam pencalonan seperti ini,”ungkap Kiai Zainal Arifin Ma’shum, Rois Syuriah PCNU Demak tersebut.

“Tapi, kenyataannya tidak bisa dihindari. Ini sudah menjadi qodlo Allah SWT. Karena itu, kita harus terima takdir ini dengan majunya adik kami, Gus Bad tersebut,” imbuhnya.

Kiai Zainal menambahkan, seluruh keluarga hingga alumni sekuat tenaga mengiringi perjalanan pencalonan Gus Bad.

Baca juga:  BKM Demak Lelang Sawah Wakaf 471 Bau

“Dengan pencalonan Gus Bad ini barangkali lebih bermanfaat untuk pembangunan Demak ke depan  bisa lebih baik lagi,” harapnya.

Seperti diketahui, Gus Bad merupakan intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) yang hidup dan dibesarkan dalam kultur pesantren. Ia adalah putra ke enam pendiri Ponpes Fathul Huda Syekh Ma’shum Mahfudhi  dengan Nyai Hj Sayyidah. Pendidikan keagamaannya pernah dijalani di berbagai pondok pesantren (ponpes) di tanah Jawa.

Antara lain, pernah mondok di sebuah pesantren di kawasan Menara Kudus. Kemudian, mondok di Ponpes Ploso, Mojo,  Kediri. Lalu, mondok di sebuah ponpes di Banten dan ponpes lainnya. Dari sisi pendidikan formal, ia berhasil menyelesaikan S1 dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Sedangkan, pendidikan S2 (Pasca Sarjana) mengambil konsentrasi Ilmu Alquran dari Universitas Sains Alquran Jawa Tengah. (hib/zal/bas)

Baca juga:  Geruduk PN Demak, Aktivis Tuntut Pelaku KDRT Dihukum Berat

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya