alexametrics

82 Ribu Rumah Warga Miskin Jadi Sasaran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Pemkab Demak berupaya membangun database tunggal (single data) terkait rumah tidak layak huni (RTLH). Data tunggal  tersebut diperlukan untuk memudahkan pelacakan warga miskin (gakin) yang rumahnya perlu diperbaiki. Sebab, hingga kini masih ada 82 ribu RTLH yang menjadi sasaran perbaikan.

Kepala Disperkim Ahmad Sugiarto mengatakan, untuk membuat single data RTLH pihaknya menggandeng Diskominfo. “Jadi, smart city yang ada nanti tidak hanya untuk pimpinan saja. Tapi, kita semua, termasuk pegawai Disperkim juga tahu dan merasakan bagaimana kemudahan mengakses data RTLH tersebut,” katanya di sela bimbingan teknis (Bimtek) peraturan perundang-undangan tentang SOTK baru di lingkungan Dinperkim dan program smart city kemarin.

Baca juga:  Virdian Tri Sulistyanto, Penyuluh KB Asal Mranggen Raih Juara II Tingkat Jateng

Menurut Sugiarto, adanya smart city terkait data RTLH akan memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Utamanya bagi warga tidak mampu. Termasuk layanan tentang sanitasi, jamban dan lainnya. “Masyarakat tidak usah ribet ke kantor. Tapi, mereka cukup kita layani melalui aplikasi yang ada dalam sistem smart city itu,” katanya. Dengan demikian, sistem RTLH dapat diakses langsung.

Dengan sistem data tunggal itu, kata dia, maka tidak ada lagi data RTLH di dinas lainnya. “Data RTLH nanti hanya ada di Disperkim saja,”ujar Sugiarto.

Untuk data tunggal itu, Disperkim telah menyiapkan proses verifikasi data. Sementara ini baru di wilayah Kecamatan Demak Kota dan Kebonagung. Sisanya, menyusul. “Kita berdayakan konsultan dan tenaga lapangan. Dengan single data ini, maka data lebih valid. Rumahnya layak dibantu atau tidak,” katanya.

Baca juga:  17 Kontingen Asal Demak Tampil di PON XX Papua

Kepala Diskominfo Demak Endah Cahya Rini menambahkan, saat ini program smart city masih dalam tahap jangka menengah. “Untuk jangka pendek sudah berjalan 90 persen selama tujuh bulan. Sedangkan, jangka menengah sudah 40 persen. Adanya refocusing membuat kita tertatih tatih dalam mewujudkan smart city,”katanya.  Pada 2021 nanti, Diskominfo menargetkan bisa menyelesaikan jangka menengah tersebut. Termasuk membangun aplikasi jogo santri dan wali warga. (hib/zal/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya