alexametrics

Terkendala Sistem Daring, Guru Baru Bisa Mengajarkan 63 Persen Sesuai Kurikulum

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Pembelajaran daring selama pandemi masih belum semulus yang diharapkan. Guru belum bisa mengajarkan seluruh pembelajaran yang ada dalam kurikulum. Berdasar penelitian Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jateng, hanya 63 persen yang sesuai kurikulum.

Menurut Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi, selain masalah pulsa dan jaringan internet dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM), kemampuan guru dalam menjalankan sistem daring juga belum siap sepenuhnya. Orang tua siswa juga stres. Mendampingi anaknya belajar tapi tidak punya kemampuan daring. Padahal, 78 persen pembelajaran interaktif.

Ada 42 ribu guru yang memanfaatkan kuota paket murah. Meski demikian, dalam penelitian yang dilakukan tidak mungkin  guru dapat mengajarkan seluruh pembelajaran yang ada dalam kurikulum. Tercatat hanya sekitar 63 persen yang sesuai kurikulum.

Baca juga:  Anggota Badan Permusyawaratan Desa Dibekali Teknis Pengawasan Dana APBDes

“Tidak bisa seluruh kurikulum. Yang bisa diadaptasi hanya 50 hingga 60 persen saja. Karena itu, kita lakukan analisis mendalam terhadap kurikulum 2013,” kata Muhdi di sela Konferensi PGRI Kabupaten Demak masa bakti XXII 2020 di gedung PGRI Demak kemarin.

Terkait hasil penelitian itu, PGRI terus melakukan evaluasi terhadap KBM daring. Dalam evaluasi ini, guru bisa menjadi pembanding.

”Guru kita ini orang pinter semua. Bisa menganalisis sendiri di mana yang penting dan mana saja yang tidak penting,” katanya.

Dalam pandemi ini, kata Muhdi, guru honorer juga menjadi ujung tombak dalam proses pembelajaran. Mereka paling terdampak korona. “Guru yang sudah tua-tua mumet daring. Justru yang guru muda yang membantu mengoperasikan sistem daring,” ujarnya.

Baca juga:  Dandim Batang: Waspadai Perongrong Kedaulatan

Bupati Demak HM Natsir mengatakan, dalam pembelajaran daring selama pandemi ini membuat guru dan siswa menumbuhkan rasa saling kangen. Maklum, guru sudah lama tidak bertemu dengan siswanya diruang kelas. Pun, sebaliknya.

“Mereka lebih senang belajar tatap muka. Sebab, anak-anak ini juga tidak ingin mengganggu pekerjaan orang tua di rumah,” ujar bupati.

PGRI Demak tetap berharap bagaimana KBM nanti bisa dijalankan dengan tatap muka lagi dan pandemi juga bisa diatasi. “Kita terus berdoa dan terus berjuang,”katanya.

Sementara itu, dalam konferensi PGRI Demak ini, Sapon, MPd terpilih sebagai ketua yang baru menggantikan HM Natsir untuk periode 2020-2025. Adapun, HM Natsir sebagai wakil ketua bersama H Subkhan. Sedangkan, sekretaris dijabat Muh Sugiharto. (hib/zal/bas)

Baca juga:  Tempat Hiburan Malam Digerebek, Puluhan Pemandu Lagu Diciduk

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya