Dilamar Eisti, Kiai Ali Nyatakan Siap

1198
Cabup Eistianah dan Cawabup KH Ali Mahsun didampingi H Noer Halim (ayah Eisti) di Posko Pemenangan. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Demak – Terpilih menjadi pasangan Calon Bupati Eistianah tidak diduga sama sekali oleh KH Ali Mahsun. Karena itu, Minggu (13/9/2020) lalu adalah hari-hari menegangkan bagi yang bersangkutan. Pun bagi tim sukses Eistianah.

Betapa tidak, dengan status tidak memenuhi syarat (TMS) bagi Cawabup Joko Sutanto yang telah disampaikan KPU Demak dalam rapat pleno membuat tim Eistianah harus bergerak cepat mengatasi persoalan mendadak tersebut. Sesuai regulasi yang ada, parpol pengusung wajib mengganti  posisi Joko sebagai cawabup dengan nama yang baru. Sesuai rapat tim, KH Ali Mahsun resmi mendampingi Cabup Eistianah.

Alhamdulillah. Setelah saya dipinang keluarga Mbak Eisti, saya pun nyatakan siap 100 persen untuk mendampingi beliau (Eisti),”ungkap KH Ali Mahsun saat ditemui di Posko Pemenangan Jalan Stasiun, Kota Demak.

Menurutnya, sebagai putra daerah, Kiai Ali Mahsun juga  merasah terpanggil untuk ikut membangun Kota Wali yang religius. “Jadi, adanya pinangan untuk mendampingi Mbak Eisti dalam pilkada ini memang di luar nalar saya. Barangkali ini jalan yang diberikan Allah SWT,”ujarnya.

Dianggap di luar nalar lantaran jauh hari sebelumnya Kiai Ali Mahsun merasa sudah ikut berkontestasi  menjadi pasangan Cabup Mugiyono.”Tentu otomatis sempat menjadi lawan politik dari beliau (Eisti). Sebetulnya saya sudah berhenti  dari pencalonan. Tapi, ternyata ada yang melamar,”katanya.

Kiai Mahsun menambahkan, kronologi yang dialami adalah pada Minggu (13/9/2020) ia dihubungi dari keluarga Cabup Eistianah, tepatnya usai dzuhur (siang hari). Pihak lain juga turut menghubunginya. Antara lain, dari  PDIP, PKB dan para kiai. Waktu itu, kata dia, posisinya berada di rumahnya, Kampung Suburan, Kompleks Ponpes Futuhiyah Mranggen, Kecamatan Mranggen.

“Para kiai minta saya supaya mempertimbangkan dengan seksama  lamaran dari keluarga Mbak Eisti itu. Dengan mempertimbangkan untuk bisa berhikmah bagi Kota Wali, saya akhirnya setuju menjadi paslon (cawabup) Mbak Eisti,”ujarnya.

Prosesnya setidaknya ada dua jam. Sangat cepat. Siang hari itupula, kemudian ada rapat yang digelar parpol koalisi hingga malam. “Saya gabung ikut rapat parpol koalisi itu. Jadi, inipula saya katakan di luar nalar saya menjadi Cawabup Mbak Eisti,”kata dia.

Menurut Kiai Mahsun, saat rapat parpol itu, Joko Sutanto cawabup sebelumnya juga ikut hadir. Saling salaman. Juga saling memahami proses yang terjadi dan karena sesuatu hal (faktor kesehatan) akhirnya Joko tidak bisa berpasangan lagi dengan Cabup Eisti. “Beliau akan tetap membantu. Tetap solid,”ujar Kiai Mahsun.

Meski hanya diberi waktu tiga hari oleh KPU, Kiai Mahsun optimistis semua persyaratan bisa terpenuhi. “Kesiapan administrasi dan perbaikan dokumen sudah siap. Untuk saya sendiri sebenarnya sudah banyak dokumen pencalonan. Bahkan, ingin  saya gulung. Tapi ada yang ngingetin agar dokumen pencalonan  jangan digulung dulu. Ternyata ada lamaran dari Mbak Eisti,”katanya.

Hingga kemarin, Kiai Mahsun sudah melakukan swab test dan rapid test di RSUD Sunan Kalijaga Demak. Sedangkan, untuk tes kesehatan menunggu KPU Demak setelah berkas lain diserahkan untuk pendaftaran. “Saya optimistis. Hingga hari ini pengurusan dokumen sudah 99,9 persen. Insya’ Allah, Eisti-Alim Pasti Jos,”ujar Kiai Mahsun.

Ketua Tim Pemenangan Eisti-Alim KH Salman Dahlawi mengatakan, sejak ada pengumuman dari KPU bahwa Joko Sutanto sebagai cawabup tidak memenuhi syarat kesehatan, tim langsung bergerak cepat untuk mengatasi masalah tersebut. “Tim langsung ambil alih untuk mengganti Pak Joko dengan KH Ali Mahsun. Mohon doa restinya Rabu nanti kita daftarkan ke KPU,”katanya.

Ketua DPC PDIP Fahrudin Bisri Slamet mengatakan, dengan adanya persoalan Joko Sutanto yang dinyatakan TMS oleh KPU Demak, maka hal itu segera diatasi bersama-sama. “Ini termasuk ujian seberapa jauh kemampuan kita untuk bisa mengatasi msalah tersebut,”ujarnya.

Sekretaris DPC PKB Demak Zayinul Fata menambahkan, udzur syar’i yang dialami Joko Sutanto  karena faktor kesehatan telah diatasi bersama parpol pengusung. “Kita dari parpol koalisi langsung berkumpul bermufakat dan sepakat memilih Kiai Ali Mahsun sebagai pengganti Pak Joko,”katanya.

Dalam diskusi panjang disebutkan bahwa Kiai Mahsun merupakan figur ulama yang bisa memberikan kekuatan religius bagi paslon yang ada. Dengan demikian, menjadi kekuatan politik yang juga religius. “Apalagi Kiai Mahsun didukung para kiai,”ujar dia.

Menurutnya, perjuangan Kiai Mahsun di Nahdlatul Ulama (NU) sudah lama. Hikmatnya pada NU tidak diragukan lagi. “Beliau aktif di NU. Juga menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro DPC PKB Demak,”kata Zayinul Fata.

Karena itu, kata dia, bersatunya Eisti-Alim akan menjadi kekuatan kepemimpinan yang kuat di Kota Wali. Milenial yang cerdas dan religius. Sebab, keduanya merupakan duet anak muda dan ulama.

“Kita berharap, dengan duet ini bisa meraup suara 80 persen dalam pilkada ini. Mudah-mudahan bisa tercapai target itu. Hingga kemarin, semua parpol pengusung Eisti-Alim sudah selesai mengumpulkan rekomendasi dari DPP partai masing-masing. Yaitu, PDIP, PKB, Golkar, PPP, Demokrat, dan PAN. “Rekom B1 KWK dari PKB juga sudah,”ujarnya. (hib/aro/bas)