Ada 69 Sekolah Terdampak Rob, Pemdes Diminta Siapkan Lahan Relokasi

194
Ketua PGRI Demak HM Natsir menyerahkan bantuan untuk sekolah terdampak rob di pesisir utara Demak. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Demak – Bupati Demak HM Natsir meminta pemerintah desa (pemdes) menyiapkan lahan relokasi strategis bagi sekolah yang terdampak rob. Pemkab akan berupaya mengembalikan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah senyaman mungkin. Terbebas dari rob.

Hal itu diungkapkan bupati yang juga Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Demak, saat menyerahkan bantuan untuk puluhan sekolah terdampak rob. Bantuan antara lain berupa, sepatu booth, mesin pompa air, thermo gun dan lainnya.

PGRI Demak mencatat, terdapat 69 sekolah terdampak rob. Yakni, 41 sekolah di Kecamatan Sayung, 14 sekolah di Kecamatan Bonang, 5 di Kecamatan Karangtengah dan 9 sekolah di Kecamatan Wedung.

Kondisi demikian cukup memprihatinkan. Sebab, tidak hanya menganggu KBM siswa saja, namun rob juga merusak bangunan dan fasilitas pembelajaran lainnya. Gedung gedung menjadi rapuh.

Sekretaris PGRI Demak Sapon menegaskan, puluhan sekolah terdampak rob berada di wilayah Kecamatan Sayung, Karangtengah, Bonang dan Wedung.“Dampak rob ini luar biasa. KBM siswa jadi terkendala banjir rob tersebut,” ujar Sapon.

HM Natsir berharap, pemdes turut membantu relokasi sekolah yang terdampak rob. Relokasi diperlukan agar para siswa dapat belajar dengan baik. Sedangkan, Pemkab Demak akan berupaya maksimal membangun jalan pesisir untuk menghadang air rob agar tidak masuk ke permukiman warga.  Selain itu juga merevitalisasi bangunan sekolah terdampak rob agar KBM nyaman.

“Kita terus perjuangkan pembangunan jalan antara Sayung hingga Wedung ke Kementerian PUPR. Mudah-mudahan bisa terwujud,” katanya. (hib/zal/bas)