Warga Putus Sekolah Dijadikan Tenaga Kerja Profesional

209
Bupati HM Natsir saat meninjau ruang belajar untuk keterampilan menjahit dan pendidikan paket C di PKBM Surya Alam, Batu, Karangtengah. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Demak – Pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Surya Alam membekali pemuda Desa Batu, Kecamatan Karangtengah, khususnya yang putus sekolah dengan keterampilan menjahit. Tidak hanya itu, setelah terampil, mereka akan disalurkan ke pabrik garmen.

Direktur PKBM Surya Alam Nelly Sofiyati mengatakan, ada 85 peserta yang rata-rata putus sekolah dan pemuda yang masih menganggur. “Kita latih mereka dengan keterampilan standar perusahaan. Kita sudah kerja sama dengan perusahaan yang setiap saat butuh tenaga kerja profesional, utamanya di bidang garmen,”ujar Nelly di sela menerima kunjungan Bupati Demak HM Natsir bersama Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Subhan di PKBM Surya Alam kemarin.

Dia menuturkan, program yang dijalankan  itu dapat membantu mengurangi pengangguran. Mereka pun dibentuk menjadi wirausahawan maupun pekerja tangguh. “Mereka yang kita latih akhirnya memiliki kompetensi memadai. Bisa bekerja profesional di pabrik atau mendirikan usaha sendiri,” tegasnya.

Pendidikan yang dijalani selama 200 jam dan dapat ditempuh selama 40 hari. “Sejak kita dirikan pada 2006, PKBM ini sudah meluluskan lebih dari seribu siswa untuk semua program yang kita kelola,” katanya.

Bupati Demak HM Natsir mengatakan, PKBM Surya Alam dapat menjadi contoh yang lain. Bahwa, pendidikan non formal (PNF) bisa menjadi pionir dalam memutus mata rantai anak putus sekolah sekaligus mengurangi kemiskinan dan pengangguran di Demak.

“Jangan pernah minder dengan kondisi karena putus sekolah. Masih ada tempat yang bisa dijadikan sebagai sarana belajar dan mengasah keterampilan seperti di PKBM ini. Karena itu, kuncinya harus semangat,” ujar bupati. (hib/zal/bas)