alexametrics

Pandemi, Permintaan Suttlecock Meningkat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Masa pandemi Covid-19, mempengaruhi Usaha Kecil Menengah (UKM) pembuatan shuttlecock (kok) yang digeluti Nur Rohim, 55. Bahkan permintaan justru meningkat.

Warga Desa Pilangrejo, Kecamatan Wonosalam ini setiap hari memproduksi 300 slop kok (tiap slop 12 kok) untuk memenuhi kebutuhan olahraga badminton. Bahan kok sendiri dari bulu mentok.

“Untuk pengadaan sayap mentok ini kita dipasok dari Boyolali, Purwodadi dan daerah lainnya, termasuk dari Nganjuk,” katanya.

Dia mengatakan, usahanya tersebut juga bekerja sama dengan BUMDes setempat. “Saya dibantu 6 keluarga untuk membuat kok ini. Mereka buat di rumah masing-masing, kemudian disetorkan ke saya,”ujarnya.

Dia menambahkan, saat pandemi ini produksi justru terus meningkat. Anak-anak yang tidak sekolah lebih memilih berolahraga badminton. “Kok yang kita buat ini juga untuk memenuhi kebutuhan lomba bulutangkis,” tandasnya. (hib/zal/bas)

Baca juga:  Kaji Enam Kitab, Disiarkan di Akun Instagram Ponpes

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya