Polisi Periksa Tiga Saksi

281
Humas RSUD Sunan Kalijaga, Kusmanto menunjukkan lokasi jendela yang teralisnya dijebol pasien hingga terjatuh. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Demak – Satreskrim Polres Demak telah memeriksa tiga saksi terkait tewasnya pasien Covid-19 berinisial M, 37, warga Desa Kedungori, yang terjun bebas dari lantai 3 Gedung Perawatan Paru RSUD Sunan Kalijaga Demak.

Kasatreskrim AKP Muhamad Fachrur Rozi mengatakan, hingga kemarin, peristiwa mengenaskan itu masih dalam proses penyelidikan. “Kita mintai keterangan saksi-saksi. Utamanya petugas kesehatan yang jaga saat sif malam. Kita masih dalami keterangan mereka,” ujarnya.

Kasatreskrim menambahkan, hingga kini pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah pasien yang meninggal setelah jatuh dari ketinggian itu dalam rangka melarikan diri (kabur) atau bunuh diri.

“Semua masih didalami terkait kemungkinan yang ada. Kita tunggu dulu hasilnya nanti seperti apa. Kita periksa mereka yang tahu saat berjaga. Ada tiga saksi yang diperiksa. Ada perawat dan dokter,” katanya.

Yang jelas, kata Kasatreskrim AKP Fachrurozi, menjalani isolasi sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 dimungkinkan mengalami kejenuhan. Apalagi saat karantina itu, pasien hanya dapat video call an  dengan keluarga.  Apalagi juga, istrinya  sedang bekerja di luar negeri sebagai TKW. Sedangkan, pasien berinisial M sendiri yang tewas itu tercatat sebagai pekerja swasta.

“Saat kejadian, pasien bisa membuka teralis jendela. Selain kualitas material, juga ada upaya dengan kekuatan lebih oleh yang bersangkutan sehingga bisa membuka teralis. Yang dibuka hanya 2 hingga 3 teralis. Setelah itu, pasien tersebut bisa keluar jendela,” katanya.

Untuk membuka teralis itu, juga dimungkinkan dengan memanfaatkan berat badan. Bisa juga dengan memakai kakinya untuk menendang teralis tersebut.

“Misalnya, dengan memanjat jendela sambil berpegangan di atas dan hanya dengan satu kaki lalu mendorong teralis hingga terbuka. Kemungkinan kemungkinan itu masih kita dalami,” ujar Kasatreskrim.

Sejauh ini, lanjutnya, pihak keluarga bisa menerima dan tidak menuntut apa pun terkait meninggalnya pasien tersebut. “Pada intinya, keluarga sudah terima dengan adanya kejadian itu. Kita harapkan, penjaga bisa lebih intensif mengawasi pasien yang dirawat,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun koran ini, M bersama istrinya bekerja di Arab Saudi sebagai TKI dan TKW. Sudah sekitar 8 tahunan. M sendiri baru pulang ke kampung halamannya sebelum puasa Ramadan lalu. Sedianya, ia akan kembali ke Saudi bekerja sebagai sopir pribadi. Namun, lantaran ada covid-19, pengurusan untuk kembali ke Arab Saudi agak sulit sehingga belum  bisa kembali ke Timur Tengah tersebut. (hib/zal/bas)

 





Tinggalkan Balasan