Berusaha Kabur, Pasien Covid-19 Terjun Bebas dari Lantai 3 RSUD

302
Grafis: Ibnu/Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, Demak – Pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 berinisial M, warga Desa Kedungori, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak ini sungguh nekat. Ia tewas setelah jatuh dari ruang perawatan Sakura Lantai 3 Gedung Perawatan Paru RSUD Sunan Kalijaga, Kota Demak. Pasien tersebut melakukan aksinya Selasa (7/7/2020) sekitar pukul 24.00, dan meninggal di ruang IGD rumah sakit pelat merah tersebut sekitar pukul 01.00 dinihari.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, korban terjun dari lantai 3 ruang isolasi Covid-19. Pasien tersebut berusaha melarikan diri dengan cara menjebol teralis jendela lalu meloncat ke balkon pintu. Namun yang bersangkutan dalam waktu cepat langsung jatuh ke dasar gedung.

“Kejadiannya sangat cepat. Saat melarikan diri, terdengar suara brakkk… pasien ternyata sudah keluar dari balkon. Petugas sempat mengejar, tapi tidak ada satu menit yang bersangkutan sudah jatuh dari lantai 3,” jelas Kasbid Pemasaran dan Rekam Medis dr Abdurrahman, Rabu (8/7/2020).

Menurutnya, teralis dijebol dengan cara ditarik. “Secara fisik orangnya agak besar sehingga mudah membuka teralis besi itu,” katanya.

Saat sudah terjatuh, korban tidak langsung tewas. Namun, kondisinya cukup mengenaskan. Tulang leher bagian belakang patah. “Kemungkinan terjadi kompresi di tulang leher. Karena itu, langsung dibawa ke ruang instalasi gawat darurat (IGD). Pukul 01.00 yang bersangkutan meninggal,” ujar dr Abdurrahman didampingi Humas Kusmanto.

Diketahui korban masuk RSUD Sunan Kalijaga sejak 30 Juni lalu. Saat datang di rumah sakit, ia mengalami sesak nafas. Karena ada gejala mengarah Covid-19, korban pun diminta menjalani isolasi. Namun pada hari ketujuh, M mengeluh ingin pulang. Diduga ia merasa jenuh menjalani perawatan sebagai pasien PDP Covid-19.

“Ia ngeluh ingin pulang terus. Tapi, karena kondisinya sesak nafas, belum diperbolehkan pulang. Apalagi dia masih diinfus dan dibantu bernafas dengan tabung oksigen. Tidak tahunya ada kejadian tersebut,” katanya.

Selama dalam perawatan, lanjut dr Abdurrahman, pasien tersebut telah diambil swabnya. Meski demikian, hingga kini belum keluar hasilnya. “Statusnya masih PDP dengan gejala pneumonia dan hipertensi,” ujarnya.

Terkait kejadian itu, pihak RSUD langsung melakukan rapat bersama untuk mengevaluasi perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit milik Pemkab Demak tersebut. “Kita rapat internal untuk meningkatkan pelayanan,”katanya.

Dokter Abdurrahman menambahkan, pasien Covid-19 atau PDP Covid biasanya mengalami gangguan ingatan, yaitu kesadarannya menurun.  Itu terjadi lantaran sedang mengalami proses hipoksia atau sesak nafas. Apa yang dilakukan kadang-kadang di luar kesadaran. Akibat kesadaran yang menurun seperti itu, apa yang dilakukan menjadi tidak terkontrol.

Dikatakan, pasien M diketahui memiliki satu anak. Istrinya kini sedang bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri. “Pihak keluarga menerima dengan adanya peristiwa tersebut. Istrinya juga menerima,” ujarnya.

Persoalan tersebut juga telah dilaporkan ke Polres Demak untuk ditangani lebih lanjut. Sebab, diduga pasien melarikan diri dari ruang isolasi, yang kemudian jatuh dan meninggal. “Sudah kita laporkan ke petugas kepolisian. Juga sudah olah tempat kejadian perkara (TKP),” kata Abdurrahman.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Demak dr Singgih Setyono mengatakan, pihak Gugus Tugas telah menerima laporan kejadian meninggalnya pasien PDP yang terjun dari lantai 3 gedung Perawatan Paru RSUD Sunan Kalijaga.“Kita sudah terima laporannya tadi malam. Sudah kita minta agar lapor segera ke polisi. Tentu kejadian ini di luar kemampuan rumah sakit,” ujar Sekda Pemkab Demak tersebut.

Pasien yang nekat terjun dari ketinggian tersebut diduga mengalami stres tinggi sehingga melompat dari ruang perawatan. “Mungkin bunuh diri. Kita lakukan evaluasi. Sebab, ini kejadian langka saat Covid-19 seperti ini,”katanya.

Dokter Singgih menambahkan, orang yang dirawat atau diisolasi diakui akan mengalami stres yang tinggi. Mereka tentu ingat keluarga dan sebagainya. “Meski demikian, pasien covid yang dirawat di rumah sakit 55 persen sembuh,”tandasnya.  (hib/aro/bas)





Tinggalkan Balasan