Puluhan Bangunan Sekolah Rusak Akibat Rob

491
Bangunan SD Sriwulan 3 Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung menjadi langganan banjir rob. Sekolahan masih sepi lantaran siswa libur selama pandemi korona. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Demak – Bencana rob turut membuat bangunan sekolah di pesisir utara Demak rusak berat lantaran menjadi langganan terendam air asin. Seperti bangunan SD Sriwulan, Kecamatan Sayung dan sekolah lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Eko Pringgolaksito mengatakan, bencana rob memang cukup mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa di sekolah. Beruntung, kata dia, saat rob berlangsung saat ini, kegiatan KBM diganti dirumah masing masing siswa lantaran adanya wabah Covid-19. “Agar tidak kena rob, maka siswa sebetulnya bisa pindah sekolah yang tidak kena rob,” ujar Eko, Selasa (2/6/2020).

Seperti diketahui, rob telah berlangsung dalam sebulan terakhir. Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Agus Nugroho LP mengatakan, kondisi rob yang terjadi di pesisir utara Kabupaten Demak mulai Sayung hingga Wedung diketahui makin parah. “Kondisinya semakin parah sekali,”ujarnya.

Berdasarkan data BPBD setempat, ketinggian air rob antara 10 sentimeter hingga 200 sentometer. Adapun, daerah yang terdampak adalah di Kecamatan Sayung. Antara lain Desa Surodadi dengan 360 rumah dan 2 Sekolah Dasar (SD) kebanjiran rob. Kemudian, Desa Sidogemah sebanyak 1.200 rumah, 8 sekolahan dan 37 tempat ibadah terendam air rob. Desa Tugu ada 500 rumah dan 6 sekolah. Desa Gemulak, berdampak pada 1.331 rumah, 4 sekolahan dan 21 tempat ibadah. Desa Sriwulan, terdapat 3.500 rumah, 27 tempat ibadah, 16 sekolahan dan 5 makam tergenang. Desa Purwosari, dan Desa Bedono terdapat 1.068 rumah, 7 sekolahan, 21 tempat ibadah dan 7 makam terendam. Desa Timbulsloko pemukiman warga juga terendam rob.

Di wilayah Kecamatan Karangtengah, rob melanda Desa Tambak Bulusan dan Wonoagung. Ratusan rumah terendam. Juga di Kecamatan Bonang air rob membanjiri Desa Margolinduk berdampak pada 600 rumah warga, 2 tempat ibadah, 5 sekolahan dan 3 makam terendam. Kemduian, Desa Morodemak dan Purworejo dengan ketinggian 100 sentimeter air menggenangi 500 rumah, 10 sekolahan dan makam. Sedangkan, di Kecamatan Wedung, rob merendam 373 rumah warga, 9 tempat ibadah, 6 sekolahan dan 1 makam. Demikian pula di Desa Kedungmutih dan Babalan.“Penyebab rob ini akibat pasang air laut dan lebih rendahnya pemukiman warga. Kita terus pantau perkembangannya,” kata Agus. (hib/bas)





Tinggalkan Balasan