alexametrics

Anggaran Tersedot Covid-19, Proyek Infrastruktur Tak Tuntas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Perencanaan pembangunan infrastruktur yang sedianya dijalankan Pemkab Demak pada tahun anggaran 2020 ini dipastikan tidak bisa dilanjutkan. Ini karena sebagian besar anggaran infrastruktur dialihkan sebesar 50 persen untuk penanganan covid-19. Sumber anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU) dan anggaran murni tersedot covid.

Wakil Bupati Demak, Joko Sutanto menyampaikan, yang tersisa anggaran untuk tetap dijalankan dalam pembiayaan infrastruktur adalah bantuan gubernur (Bangub). Nilainya sekitar Rp 66 miliar. “Bangub ini sedianya untuk infrastruktur jalan beton,” ujar Wabup Joko.

Diantaranya, untuk meneruskan pelebaran jalan Onggorawe-Mranggen dan jalan beton termasuk peninggian jalan dipesisir untuk menahan laju air rob. Menurutnya, anggaran yang tersedia semula untuk belanja modal, belanja pegawai, barang dan jasa.

Baca juga:  Akses Jalan Terbatas, Tenaga Medis di Demak Gunakan Perahu Menuju Lokasi Vaksinasi

Namun, setelah ada wabah covid tersebut, Pemkab Demak terpaksa melakukan realokasi anggaran sebagaimana ketentuan yang ada. “Jika tidak, maka anggaran DAU tidak bisa cair,” katanya.

Untuk itupula, anggaran yang semula untuk membangun gedung perkantoran maupun jembatan dialihkan.

Seperti diketahui, Pemkab Demak terus berupaya menuntaskan betonisasi jalan, termasuk pelebaran jalan yang dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Diantaranya, jalan Onggorawe-Sayung dan jalan lainnya. Selain itu, berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitas gedung perkantoran yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir.

Diantara bangunan gedung yang sedianya dituntaskan tahun ini adalah gedung wanita (gedung PKK). Namun, penuntasan pembangunan dipastikan ditunda karena anggaran direalokasi. “Untuk pembangunan gedung perkantoran dan jembatan untuk sementara tidak bisa dilanjutkan. Yang bisa dan tidak direalokasi adalah anggaran infrastruktur jalan beton dari Bangub,”kata Wabup Joko.

Baca juga:  PUDAM Demak Layani 56 Ribu Pelanggan di 10 Kecamatan

Terpisah, Ketua DPRD Demak, Fahrudin Bisri Slamet mengatakan, anggaran APBD sebesar Rp 80 miliar dipangkas Rp 50 miliar. Diantaranya untuk penanganan covid-19. Karena itu, hanya tersisa anggaran Rp 30 miliar untuk belanja modal, termasuk untuk pembangunan infrastruktur. “Kondisinya lagi seperti ini. Kita belum tahu sampai kapan korona hilang. Mudah mudahan korona hilang secepatnya,” ujar Slamet. (hib/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya