alexametrics

Isolasi Terbatas Tingkat RT Dinilai Lebih Efektif

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Jumlah warga Demak yang positif terpapar virus korona sudah mencapai 11 orang. Dari jumlah tersebut, yang tercatat dirawat di Demak ada 5 orang dan 6 orang lainnya dirawat di RS Kudus dan Semarang.  Mereka tersebar di 7 desa di 9 kecamatan.

Menghadapi naiknya jumlah pasien positif korona ini, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Demak dr Singgih Setyono menyampaikan, Pemkab Demak telah memiliki skenario penanganan masalah tersebut.

“Kita sudah rapatkan bersama. Bahwa jika ada dalam satu RT di sebuah desa itu, maka akan kita lokalisir secara terbatas di level RT tersebut. Dalam rangka isolasi terbatas itu, kita juga  akan ketahui siapa saja warga di RT tersebut yang masuk kategori tidak mampu secara ekonomi. Mereka akan dibantu pemerintah untuk memenuhi kebutuhan ekonominya,” ujar dr Singgih.

Baca juga:  Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau Capai Rp 19 Miliar

Menurut Sekda Pemkab Demak itu, Gugus Tugas telah mengumpulkan para kepala desa (kades) dan camat terkait untuk menerapkan kebijakan level RT tersebut. “Pembatasan isolasi tingkat RT lebih efektif, utamanya yang kampungnya terdapat positif korona. Juga bisa diawasi masyarakat lainnya supaya tidak keluar rumah. Warga didata sedemikian rupa oleh RT RW, kemudian dibantu dalam bentuk natura sesuai yang dibutuhkan,” katanya.

Dr Singgih menambahkan, mereka yang diketahui positif korona sebelumnya rata-rata telah kontak fisik dengan orang diluar daerah. Artinya, sejauh ini belum diketahui adanya warga yang positif korona dari lokal Demak.

“Yang patut kita sayangkan, jika ada yang positif korona bandel. Ada salah satu yang positif tapi masih jalan-jalan ke pasar dan bicara dengan tetangga. Padahal, sudah diminta tinggal dirumah. Salah satu cara menghadapinya adalah dengan mengimbau warga sekitar orang yang positif itu agar menarik diri agar tidak berdekatan,” katanya.

Baca juga:  Musim Hujan, Waspadai Kondisi Tanggul Sungai Tuntang

Saat ini, kata dr Singgih, Tim Gugus Tugas Covid-19 terus memantau sebuah Klinik di Mranggen yang dokternya terindikasi Covid-19 diduga pernah kontak dengan kawannya yang lain. “Jika terbukti kena, nanti klinik ditutup dan tim medis yang ada di klinik itu nanti otomatis dikarantina,” pungkasnya. (hib/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya