Proyek Tol Semarang-Demak Tersendat, Volume Pekerjaan Dikurangi 70 Persen

14875
Hamparan ruas jalan tol yang dipadatkan (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Demak – Pengerjaan proyek jalan tol Demak-Semarang hingga kemarin (8/4/2020) masih terus berlangsung. Meski demikian, volume pekerjaan berkurang hingga 70 persen.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, truk pengangkut tanah padas (dump truck) ukuran besar maupun kecil masih menurunkan muatannya diarea pembangunan jalan tol wilayah Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah.

Humas PT Pembangunan Perumahan (PP) Robby Suwarna mengungkapkan, adanya bencana covid-19 telah berpengaruh terhada progres pekerjaan jalan tol tersebut. “Volume pekerjaan kita kurangi. Ya, turun 70 persen. Sebagian karyawan pulang dan sementara tidak kembali lagi. Mereka yang masih bekerja karyawan dari lokal,” kata dia dikantornya.

Menurutnya, pasokan material hanya 30 persen menghabiskan sisa kontrak. Tanah padas diambilkan dari Rowosari Semarang dan Kaliwungu Kendal. Sedangkan, para pekerja yang masih dilapangan berkonsentrasi membangun struktur bangunan dan tiang pancang jembatan di wilayah Karangsari.  “Untuk pengurukan akses jalan di Desa Batu sudah selesai. Sementara pengurukan badan jalan sekitar 1,3 kilometer. Yaitu, 700 meter antara Desa Batu-Wonokerto. Dan, sisanya di Desa Karangsari,” ujar Robby.

Saat ini, pihak PT PP juga sedang menambah pembebasan lahan untuk pelebaran kanan kiri jalan dibeberapa titik lokasi. Perluasan lahan itu diperlukan untuk sayap jembatan. “Untuk proses pembangunan konstruksi memang agak terganggu dengan kontur tanah yang bergerak dan lembek saat hujan. Karena itu, kita pakai metode Prefabricated Vertical Drain (PVD), yaitu bendungan yang mampu menampung cadangan  air serta penghamparan dan pemadatan lantai kerja,” katanya.

Robby mengatakan, hambatan pembanguna jalan tol yang dijalankan kini juga sedang menghadapi melambungnya harga BBM, harga besi dan komponen kosntruksi bahan material lainnya. “Karena hitungannya harga industry dan bukan subsidi, termasuk BBM itu harga industry,” katanya. (hib/bas)

 





1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan