Desa Sriwulan Terendam Rob, 2.500 KK Terdampak

535
Ketua Paguyuban Camat Kabupaten Demak HM Syahri menyerahkan bantuan beras untuk warga korban rob di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Demak – Bencana rob di wilayah Kecamatan Sayung hingga kini terus meluas. Di Desa Sriwulan misalnya, warga yang terdampak rob sudah mencapai seratus persen.

Demikian disampaikan Kepala Desa Sriwulan, Zamroni disela menerima bantuan sembako dari Ketua Paguyuban Camat se-Demak HM Syahri dan rombongan di RW 8 Dukuh Nyangkringan, Desa Sriwulan kemarin. “Di Sriwulan ini ada sekitar 2.500 kepala keluarga (KK). Semua rumah warga terkena air rob. Sudah seratus persen terdampak. Bahkan, 240 KK atau sekitar 30 persen diantaranya sudah eksodus atau pindah tempat,” kata Zamroni.

Bencana rob di desa yang dipimpinnya itu, kata Zamroni, sudah berlangsung bertahun tahun. Hamparan tambak dan bangunan rumah berubah menjadi hamparan air laut. Rumah yang tenggelam tidak bisa ditempati lagi. Meski demikian, adapula warga yang terpaksa menempati rumah mereka dengan cara terus meninggikan fondasi tempat tinggalnya.

Ketua Paguyuban Camat se-Demak, HM Syahri menyampaikan, bantuan sembako dari Paguyuban Camat tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat korban rob di Desa Sriwulan. “Ini merupakan bantuan kemanusiaan,” kata Syahri yang juga menjabat sebagai Camat Demak Kota ini.

Bantuan beras tersebut selain didistribusikan ke Dukuh Nyangkringan Desa Sriwulan, juga disalurkan ke warga di Dukuh Karangwaru, Desa Sidorejo, Kecamatan Sayung. Para korban rob tersebut sangat membutuhkan bantuan dari berbagai elemen masyarakat lainnya.

Camat Sayung, Sururi menambahkan, bencana rob merupakan bencana nasional yang dialami warga dipesisir Kecamatan Sayung dan daerah sekitarnya. “Ini sebagai bentuk kepedulian Paguyuban Camat se Demak terhadap warga korban rob. Setidaknya bisa meringankan beban masyarakat setempat,” ujar Sururi.

Menurutnya, untuk mengatasi rob ini, pemerintah telah melakukan berbagai langkah, termasuk meninggikan tanggul jalan. “Kita juga berharap, jalan tol Semarang-Demak yang difungsikan sebagai tembok laut nanti bisa segera dibangun,” katanya. (hib/bas)





1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan