Dewan Ingatkan Pemerintah Pantau Kondisi Ekonomi Masyarakat Bawah

450
Zayinul Fata, wakil ketua DPRD Demak
Zayinul Fata, wakil ketua DPRD Demak

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Wakil Ketua DPRD Demak, Zayinul Fata mengingatkan agar pemerintah daerah terus memantau kondisi ekonomi masyarakat bawah. Ini diperlukan untuk mengetahui sejauhmana dampak ekonomi sosial akibat korona (covid-19) yang sedang mewabah tersebut.

Menurutnya, Pemkab Demak segera mengambil kebijakan terhadap ekonomi sektor riil yang terancam lumpuh akibat korona. “ Ini berdasarkan fakta dilapangan, bahwa geliat ekonomi masyarakat dibawah berpotensi mengalami gangguan. Jika dibiarkan bisa menimbulkan konflik sosial lantaran krisis ekonomi gara gara korona ini,”katanya kemarin.

Menurutnya, pemerintah pusat diketahui telah mengucurkan dana Rp 110 triliun untuk penanganan dampak sosial ekonomi masyarakat. “Kebijakan pusat dengan adanya pengucuran dana itu harus ditindaklanjuti segera oleh pemerintah daerah (Pemkab Demak),”kata Zayinul yang juga Sekretaris DPC PKB Demak ini.

Salah satu cara adalah mempercepat penyaluran dana bantuan pangan non tunai (BPNT) yang kini ditangani oleh Dinas Sosial. Besaran dana BPNT naik dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu perbulan. “Dana itu penting untuk segera disalurkan dalam rangka paket kebijakan stimulant ekonomi sektor riil dimasyarakat. Seperti petani, peternak, dan nelayan yang hari ini mereka tidak bisa menjual hasil produksinya dipasar,”katanya.

Disisi lain, kata dia, Pemkab Demak juga harus bisa menggerakkan sektor BUMDes sebagai bagian dari revitalisasi penguatan ekonomi masyarakat akibat vovid 19. “Misalnya, kita dorong bagaimana BUMDes ini bisa membeli ikan hasil tangkapan nelayan, membeli padi hasil panen petani dan hasil peternak,”ujar dia.

Dia menambahkan, langkah cepat Pemkab Demak dalam mengambil kebijakan penanganan sosial ekonomi masyarakat tersebut sebagai tolak ukur bahwa pemda memiliki sensitifitas atau rasa untuk melindungi masyarakat dari ancaman krisis ekonomi. “Saya kira, Pemda juga harus proaktif untuk penyerapan kartu prakerja ditengah kondisi masyarakat bawah yang lagi lesu. Butuh penanganan serius dan cepat agar badai krisis tidak melanda rakyat kita. Sebelum semuanya terlambat,”katanya. (hib)





Tinggalkan Balasan