Bulog Pastikan Cadangan Beras Aman Tiga Bulan ke Depan

Kondisi gudang Bulog Katonsari Demak, Selasa (31/3/2020). (Nanang Rendi Ahmad/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Demak – Bulog Demak pastikan cadangan beras aman saat wabah korona. Sebanyak 3.100 ton beras masih tersimpan dan siap untuk mengkover kebutuhan tiga bulan ke depan.

Hal tersebut dinyatakan Kepala Gudang Bulog Katonsari Demak Mario Yudhanto. Menurutnya, Demak tidak akan dilanda kelangkaan beras dalam tiga bulan ke depan.

“Saya pastikan tidak akan terjadi kelangkaan beras. Ini juga sudah musim panen. Jadi, kami jamin aman dan cukup. Bahkan sampai setelah Ramadan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang saat ditemui di kantornya, Selasa (31/3/2020).

Dalam panen raya mendatang, Bulog Demak akan membatasi penyerapan. Mengingat persediaan masih sangat cukup. Begitupun di tingkat nasional. “Kami akan tetap melakukan penyerapan. Tetapi kami batasi. Sudah saya pikirkan, nanti penyerapannya bukan dalam bentuk beras melainkan gabah. Pertimbangannya agar lebih awet, karena stoknya masih banyak,” ucapnya.

Ia melanjutkan, dalam menjaga kestabilan harga beras pihaknya terus melaksanakan program Ketersediaan Pangan dan Stabilisasi Harga (KPSH). Selain itu, baru-baru ini pihaknya menggelontorkan penjualan paket sembako.

“Paket sembako ini sebagai respon kami terhadap wabah korona. Kami jual di bawah harga minimum pasaran. Per paketnya ada beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga melaksanakan program pasar murah. Namun karena sedang ada wabah korona, teknisnya diubah. “Pasar murah yang biasanya kami lakukan di pasar, kini akan kami atur door to door. Hal itu untuk menghindari adanya kerumunan. Kami juga membuka pembelian secara daring yang bekerjasama dengan salah satu platform belanja online,” imbuhnya.

Terpisah, Bupati Demak HM Natsir mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Bulog untuk menjaga stok beras. Hal itu kini terus dilakukan menyusul adanya wabah korona.

“Kami berupaya untuk memastikan stok beras aman. Komoditi lain juga. Sekarang yang sedang naik harganya hanya gula pasir. Tapi tidak terlalu signifikan,” tutupnya. (nra/ida/bas)

 





Tinggalkan Balasan