Disambar Petir, Empat Petani Tewas, Empat Luka

Suasana rumah korban tersambar petir, Sunikah, dipenuhi petakziah, kemarin. (Nanang Rendi Ahmad/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Demak – Empat petani Demak tewas, dan empat lainnya terluka akibat tersambar petir. Peristiwa nahas itu terjadi saat kedelapan korban tengah beristirahat usai panen padi di sawah Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Demak, Minggu (29/3/2020) sekitar pukul 11.45.

Empat korban tewas, yakni Supriyadi, 45,  warga Desa Ngaluran RT 02 RW 06; Suyanto, 46, warga Desa Ngaluran RT 02 RW 04, serta Sunirah, 50, dan Sunikah, 45, keduanya warga Desa Ngaluran RT 05 RW 07.

Sedangkan korban luka, yakni Sunoto, 40, warga Desa Ngaluran RT 02 RW 04; Sulasmi, 50, warga Desa Ngaluran RT 05 RW 07, serta Sulastri, 35, dan Sulaedah,  45, keduanya warga Desa Ngaluran RT 04 RW 03.

Saksi mata Muslim, warga setempat mengatakan,  saat kejadian ada dua kelompok pemanen yang berjumlah 40 orang lebih. Saat mendung, semuanya beristirahat dalam beberapa gerombol. Mereka tengah makan siang bersama.

“Saat hujan turun disertai petir, saya sempat mengajak semuanya meninggalkan sawah. Sebagian dari mereka pulang. Namun masih ada beberapa gerombol yang tinggal di sawah. Salah satu gerombol yang berjumlah delapan orang itu tersambar petir yang suaranya sangat keras,”katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menambahkan, empat orang tewas seketika di lokasi kejadian. Sedangkan empat lainnya mengalami luka ringan dan berat. “Kami yang selamat lari mengundang warga. Hingga sempat menggemparkan desa. Kemudian kami melapor ke Polsek Karanganyar,” ujarnya

Warga setempat, Unik Abdurrahman, mengaku kaget melihat orang berhamburan keluar menuju sawah. Di lokasi kejadian ia sempat melihat salah satu caping korban hangus dan berlobang di bagian atasnya.  “Petir itu menyambar kepala salah satu korban hingga capingnya hangus,” katanya.

Kapolsek Karanganyar AKP M Idzhar mengatakan, selang beberapa menit usai kejadian, pihaknya mendapat laporan dari warga via telepon. Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi kejadian. “Saat kami tiba di lokasi, kondisi mesin pemotong padi sudah mati. Karena memang saat kejadian, para korban sedang istirahat,” jelasnya.

Dikatakan, kedelapan korban semuanya warga Desa Ngaluran. “Empat korban luka sudah dilarikan ke Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Dua di antaranya sudah kembali ke rumah,” ujar AKP M Idzhar.

Pascakejadian, warga Desa Ngaluran berduka, karena kehilangan empat warganya sekaligus. Keluarga korban tampak menangis histeris. Mereka tak menduga akan kehilangan anggota keluarga secepat itu.

Berdasarkan pengamatan koran ini, jenazah Sunikah dan Sunirah langsung dikebumikan di pemakaman desa setempat pada pukul 16.00, kemarin. (nra/aro/bas)





Tinggalkan Balasan