Desak Pemkab Demak Tentukan Status Darurat Korona, Perlu Detektor Suhu di Lokasi Wisata

903
Wakil Ketua DPRD Demak Zayinul Fata bersama Bupati Demak HM Natsir. (Wahibpribadi)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Demak desak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak segera ambil sikap terkait merebaknya korona (covid-19). Sebab, DPRD melihat belum ada langkah taktis dari Pemkab seperti yang dilakukan daerah lain.

Wakil Ketua DPRD bidang kesejahteraan rakyat, Zayinul Fata mengatakan, pemerintah pusat telah mengeluarkan status darurat nasional terkait corona. Menurutnya, sudah seharusnya pemerintah daerah mengikuti.

“Maka dari itu kami mendesak Pemkab Demak segera lakukan langkah-langkah antisipasi. Terutama di titik-titik keramaian. Misalnya pemasangan alat detektor suhu tubuh di lokasi wisata seperti Kadilangu dan Masjid Agung Demak,” katanya kepada RADARSEMARANG.ID, Minggu (15/3)

Ia menambahkan, rapat koordinasi dengan para kepala desa juga harus segera dilakukan. Tujuannya agar tindakan pencegahan korona sampai ke warga.

“Agar warga punya pemahaman pencegahan. Jadi, corona tak mudah masuk ke Demak jika semua pihak bergerak melakukan tindakan pencegahan,” imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua DPRD Demak Nur Wahid. Menurutnya hal yang perlu diingat adalah letak geografis Demak. Posisi Demak berbatasan langsung dengan Semarang dan berada di jalur panturra.

“Letak Demak memungkinkan adanya keluar-masuk orang dan kontak langsung. Ini perlu diperhatikan mengingat itu bisa menjadi salah satu yang menyebabkan korona menyebar. Maka status darurat korona harus segera ditentukan pemkab,” tuturnya.

Ia melanjutkan, warga Demak banyak yang bekerja di kota-kota yang telah dinyatakan sebagai pusat persebaran korona. Mereka dapat sewaktu-waktu kembali dan bisa jadi membawa dampak di Demak. Menurutnya, Pemkab harus menyediakan alat deteksi dan dioperasikan di pusat keramaian, perkantoran, pabrik, dan lain sebagainya.

“Tenaga asing yang ada di Demak juga harus diperiksa. Kemudian pabrik melaporkan hasilnya ke Pemkab. Apakah aman atau tidak. Ini dapat dilakukan agar Demak aman dan terjaga,” ucapnya.

Anggota DPRD Demak, Syafi’i Afandi turut berkomentar. Ia mengatakan, dalam situasi seperti sekarang ini seharusnya tidak mengambil langkah diam atau lambat. Situasi telah menuntut semua elemen bergerak.

“Harus bertindak cepat untuk Demak. Apalagi sekarang bulan Rajab. Puncaknya peziarah datang ke Demak. Orang dari luar kota maupun provinsi akan masuk. Itu perlu diperhatikan. Bila perlu lockdown demi Demak,” tegasnya. (nra/hib/ap)

Tinggalkan Balasan