31 C
Semarang
Selasa, 21 Maret 2023

Perpadi Butuh Suntikan Dana KUR Rp 1,5 M

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DEMAK- Pengusaha perberasan berharap pemerintah membantu memudahkan permodalan. Utamanya bagi pemilik penggilingan padi (ricemill). Sebab, saat ini selain perlu peremajaan mesin ricemill yang sudah tua, mereka juga butuh modal kerja.

Demikian disampaikan ketua umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Sutarto Alimoeso di sela acara penyerapan kredit usaha rakyat (KUR) yang digelar Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling) dan Dinas Pertanian Pemkab Demak di gudang ricemill Desa Mranak, Kecamatan Wonosalam kemarin.

“Beberapa kali kita lakukan MoU (kerja sama) terkait KUR ini. Kalau besaran KUR Rp 500 juta saya kira masih kurang. Mestinya bisa Rp 1,5 miliar. Yang Rp 500 juta untuk modal kerja, selebihnya untuk pembelian mesin pengering gabah dan lainnya,”ujar dia dihadapan para pengusaha perberasan.

Baca juga:  Market Share Kredit Pertanian Capai 28 Persen, BRI Perkuat Ekosistem Bisnis Pertanian Berkelanjutan

Menurutnya, perjuangan Perpadi untuk mendapatkan KUR sudah berlangsung selama 5 tahun terakhir. Karena itu, dia berharap nilai KUR bisa ditambah hingga Rp 1,5 miliar tersebut. “Dengan adanya akses modal seperti ini, harapannya usaha penggilingan padi bisa stabil,”kata dia.

Siswoyo dari Direktorat Pembiayaan Pertanian Kementerian Pertanian menyampaikan, pada 2019, nilai KUR teralokasikan sebesar Rp 4,3 triliun untuk pertanian. Khusus untuk tanaman pangan sebesar Rp 1,3 triliun. “Kami berharap, pada 2020 ini bisa berlipat hingga Rp 7 triliun. Di Jateng sendiri ada sekitar 24.800 jumlah penggilingan padi. Kalau nilai KUR saja Rp 500 juta misalnya, maka setidaknya butuh Rp 15 triliun. Nah, yang penting akses perbankan itu terfasilitasi,”katanya.

Baca juga:  Program Unggulan Bupati Semarang Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Bupati Demak HM Natsir mengatakan, dari 89.743 hektare luas wilayah di Kabupaten Demak, 56,74 persen diantaranya merupakan lahan persawahan. Adapun produksi padi di Kabupaten Demak pada tahun 2018 mencapai 807.191 ton gabah kering giling (GKG),” jelas bupati didampingi Kepala Dinas Pertanian Ir Wibowo. Produksi tersebut, kata dia, merupakan yang terbanyak di Jateng setelah Cilacap dan Grobogan.

Meski demikian, ada berbagai kendala yang tengah dihadapi oleh petani Demak. Seperti keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian, alat pertanian, benih unggul berlabel serta bencana alam yang berimbas pada rusaknya infrastruktur pertanian. “Termasuk didalamnya adalah kesulitan petani Demak untuk menjemur gabah, terutama ketika panen raya terjadi saat musim hujan,” katanya. (hib/zal)


Baca artikel dan berita terbaru di Google News


Artikel Terkait

Sementara Itu ..

Terbaru

Populer

Menarik

Lainnya