Olah Sampah jadi Rupiah

122
WAHIB PRIBADI/JAW APOS RADAR SEMARANG KREATIF: Berbagai macam kreasi bunga dari bahan daur ulang sampah yang dibuat oleh tim kreatif Bank Sampah dari Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung
KREATIF: Berbagai macam kreasi bunga dari bahan daur ulang sampah yang dibuat oleh tim kreatif Bank Sampah dari Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung.(WAHIB PRIBADI/JAW APOS RADAR SEMARANG)

RADARSEMRANG.ID, DEMAK, – Pemkab Demak melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan Dinpermades P2KB menggencarkan gerakan Grebeg Sampah untuk masyarakat. Gerakan tersebut bertujuan untuk mengurangi tumpukan sampah yang ada di tempat pembuangan akhir (TPA) di Demak. Salah caranya adalah memanfaatkan daur ulang sampah untuk dijadikan berbagai macam kreasi yang bernilai rupiah.

Kepala Dinas LH Pemkab Demak, Agus Musyafa mengatakan, adanya gerakan Grebeg Sampah tersebut sebagai bentuk rasa keprihatinan yang mendalam terkait dengan banyaknya sampah yang belum terkelola dengan baik. Melalui gerakan tersebut, diharapkan masyarakat makin sadar betapa pentingnya mengelola sampah yang dihasilkan rumah tangga maupun pabrikan.

“Penduduk Kabupaten Demak berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ada sekitar 1,1 juta jiwa. Artinya, satu orang kalau setiap hari membuang sampah 0,6 kiolgram saja, maka salama sehari akan terkumpul sebanyak 680 ribu kilogram sampah. Ini persoalan serius yang harus kita tangani bersama sama,” katanya.

Menurutnya, sampah yang ditangani TPA Kalikondang di Demak Kota dan Candisari Mranggen baru sekitar 0,8 ton. Sisanya belum tertangani dengan baik. “Sisanya ada dipinggir jalan, di sungai, dibakar, dilaut, dipantai dan lainnya,” ujar dia.

Kabid Persampahan Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas LH, Kus Darmawan menambahkan, dalam Grebeg Sampah tersebut pihaknya menghadirkan para pelaku dan pengelola bank sampah disejumlah desa. Ada sekitar 400 peserta yang terlibat.

“Target gerakan ini adalah mengajak elemen masyarakat agar mau mengelola sampah yang ada langsung dari sumbernya. Dengan demikian, sampah tidak menumpuk di TPA,” katanya.

Bupati Demak HM Natsir mengungkapkan, pemda sudah membuat surat himbauan dan instruksi agar tidak membuang sampah sembarangan. “Sampah itu menjadi penyebab banjir. Banjir terjadi karena kita tidak bisa menjaga lingkungan, termasuk menumpuknya sampah di sungai,” katanya. (hib/bas)

Tinggalkan Balasan