alexametrics

Karnaval Panjang Jimat Sarana Mengingat Perjuangan Sultan Fatah

Artikel Lain

DEMAK, RADARSEMARANG.ID-Pawai panjang jimat Minggu (2/2) pagi menjadi pengingat perjuangan Sultan Fatah dalam menyebarkan ajar Islam bersama Walisongo. Karnaval yang diikuti para pelajar dari berbagai sekolah dan santri dari pondok pesantren di Kota Demak tersebut menampilkan berbagai kreatifitas khas Kota Wali. Ada yang berpenampilan mirip Walisongo, atraksi pencak silat NU pagar nusa, serta mengusung berbagai atribut dengan bertuliskan Asmaul Husna. Karnaval diberangkatkan Bupati Demak HM Natsir.

Ketua Takmir Masjid Agung Demak, KH Abdullah Syifa mengatakan, pawai diikuti 46 kontingen panjang jimat. Selain itu, ada iring iringan kereta kuda yang mengangkut sebanyak 209 anak peserta sunatan massal. Mereka naik dokar keliling kota. Setelah itu, mereka menjalani khitan di kompleks Masjid Agung Demak. Sunatan massal dibantu oleh para petugas kesehatan dari perkumpulan perawat nasional Indonesia (PPNI) dibawah komando Sukardjo, MKes. “Minat sunatan massal dari masyarakat cukup banyak,”katanya didampingi KH Mahali, panitia Haul Sultan Fatah.

Baca juga:  Pengusaha Wajib Hargai Hak Tenaga Kerja

Bupati Demak, HM Natsir menyampaikan, pawai panjang jimat tersebut telah dijadikan agenda tahunan Pariwisata Kota Wali. “Ini sebagai apresiasi kita generasi sekarang terhadap perjuangan Sultan Fatah. Beliau adalah raja pertama di Kasultanan Demak Bintoro. Semangat membangun dalam pemerintahan ketika itu mudah mudahan bisa menginspirasi kita,” kata bupati. (hib/ap)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya