1.300 Siswa SD dan SMP Trimulyo Masih Diliburkan

Sekolah Masih Terendam Banjir Lumpur

149
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Demak Eko Pringgolaksito melakukan asesmen dampak banjir di SDN Trimulyo 2 Guntur kemarin. (wahibpribadi)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Demak Eko Pringgolaksito melakukan asesmen dampak banjir di SDN Trimulyo 2 Guntur kemarin. (wahibpribadi)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Sebanyak 1.300 siswa SD hingga SMP Trimulyo, serta siswa SD di Desa Bumirejao dan Tlogorejo, Kecamatan Guntur hingga kemarin masih diliburkan. Diperkirakan, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) baru normal kembali pada Kamis (16/1) mendatang. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Eko Pringgolaksito disela melakukan asesmen lapangan di SMPN 2 Guntur, SDN 1 dan SDN 2 Trimulyo kemarin.

Eko menambahkan, kondisi para siswa hingga kemarin masih banyak yang berada di pengungsian. Mereka belum bisa pergi ke sekolah lantaran masih trauma dengan kejadian banjir yang melanda kampung mereka. “Untuk sekolahan mereka masih ada yang terendam air berlumpur. Ada pula yang telah dibersihkan oleh petugas kepolisian dan TNI. Setidaknya, ada 12 SD dan sejumlah PAUD yang terdampak,”katanya.

Di SMPN 2 Guntur misalnya, dari 205 siswa yang terdampak banjir, kemarin hanya ada 20 siswa yang berangkat. Namun, tidak lama mereka pulang kembali. Para pelajar juga belum dapat bersekolah lantaran buku pelajaran mereka hilang disapu banjir, termasuk buku paket yang berada ditangan siswa. Ini seperti dialami salah seorang siswa Endang Dwi Lestari. Selain bukunya hilang, seragam sekolahnya juga hanyut. “Sebelum musim hujan, kita sudah kumpulkan semua kepala sekolah agar lebih waspada jika ada banjir. Karena itu, dari hasil pantauan ini, aset sekolah seperti laporan administrasi dan lainnya bisa diselamatkan,”kata Eko didampingi Kabid Pendidikan Non Formal Afida Aspar dan rombongan.

Kepala SDN Trimulyo 1, Sri Munasih mengatakan, saat peristiwa banjir terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang lalu, semua siswa langsung dipulangkan. Mereka dijemput para orang tuanya. “Ada yang langsung dibawa ke pengungsian,”ujarnya. Karena itu, ia berharap sekolah bisa normal kembali. (hib)

Tinggalkan Balasan