alexametrics

Dua Anak Tewas di Saluran Irigasi Sawah

Diduga Akibat Tidak Bisa Berenang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Dua anak ditemukan tewas tenggelam di sungai irigasi areal persawahan. Tepatnya di Dukuh Krajan, Desa Karangrowo, Kecamatan Wonosalam. Korban adalah Muhamad Hasan Anwar, 11, dan Ahmad Nabila Firzatullah, 9. Keduanya siswa SD Karangrowo 2 yang juga warga RT 3 RW 1 Desa Karangrowo.

Kejadian tersebut baru diketahui ketika ada sejumlah orang sedang memancing di saluran irigasi tersebut. Di antara saksi mata adalah Solikin, Muhamad Taufiq dan Anas Hidayat. Ketiga orang tersebut saat asyik memancing di sungai, seketika mendengar suara anak-anak berteriak minta tolong karena dua temannya tenggelam.

Selanjutnya, mereka menuju ke lokasi kejadian yang berjarak sekitar 100 meter dari tempat memancing. Sesampainya di lokasi kejadian, mereka mendapati air dalam keadaan tenang dan dua anak yang tenggelam tidak terlihat.

Baca juga:  Bagikan Masker untuk Penumpang Angkot

Para pemancing berusaha mencari korban. Namun, tidak menemukan kedua anak tersebut. Lantas meminta bantuan ke Muhamad Misbah dan Saiful Anam warga lainnya, untuk bersama-sama mencari korban.

Akhirnya, dua korban tenggelam tersebut berhasil ditemukan. Posisi keduanya masih di lokasi semula dengan kedalaman air 250 sentimeter dan jarak yang berdekatan. Setelah dievakuasi, korban sempat dilarikan ke RSI NU Jogoloyo dan Puskesmas Wonosalam. Keduanya dinyatakan sudah meninggal dan langsung diserahkan ke pihak keluarga.

Dokter jaga RSI NU, Ariyani menuturkan bahwa korban Muhamad Hasan Anwar saat ditangani atau tiba di rumah sakit sudah dalam kondisi tidak sadar atau meninggal dunia. Hidung dan mulut sudah mengelurkan busa. Selain itu, kedua telapak tangan dan kaki tampak pucat dan paru-paru terisi air. Tidak ada tanda- tanda penganiayaan. “Diduga meninggal dunia karena tenggelam,” kata dia.

Baca juga:  Pamit ke Sawah, Ditemukan Tenggelam di Sungai Jagung

Hal serupa disampaikan petugas rawat inap Puskesmas Wonosalam, Lalilatul Ida. Bahwa korban bernama Ahmad Nabila ketika dibawa ke Puskesmas sudah dalam kondisi meninggal dunia. Hidung dan mulut mengeluarkan busa dan tidak ada tanda penganiayaan.

Munawir, orang tua korban Muhamad Hasan menuturkan bahwa anaknya memang tidak bisa berenang. Makanya, saat bermain di sungai mudah tenggelam. “Keluarga mengikhlaskan kepergiannya,” ujar dia.

Senada disampaikan Akdari, orang tua korban Ahmad Nabila. “Tidak perlu otopsi. Langsung kami makamkan,” katanya saat dimintai keterangan petugas kepolisian setempat.

Kapolres Demak AKBP Fidelis melalui Kapolsek Wonosalam AKP Wasito menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan keluarga, korban memang tidak bisa berenang. “Kini kedua korban telah dikebumikan oleh keluarga dan masyarakat,” jelas Kapolsek. (hib/ida)

Baca juga:  Korsleting, Dua Rumah Terbakar

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya