alexametrics

Puting Beliung “Ngamuk” di Sayung, Maskurin Tewas Tertimpa Asbes

Artikel Lain

RADAR SEMARANG.ID, DEMAK – Angin puting beliung kemarin malam menerjang wilayah Kecamatan Sayung. Atap ratusan rumah rontok diterjang angina kencang tersebut. genteng beterbangan. Pun, pepohonan tumbang menghalangi akses  jalan. Sejumlah papan reklame ditepi jalan raya Pantura Sayung juga ambruk.

Bahkan, Maskurin, 60, seorang warga RT 5 RW 3, Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung tewas setelah tertimpa asbes atap rumah. Korban saat itu, hendak mematikan aliran listrik melalui speedometer yang ada di teras rumah. Tiba-tiba angin kencang menerpa hingga merontokkan asbes. Korban kemudian kejatuhan asbes tersebut dan mengenai lengan tangan kiri. Korban dibawa ke RSI Sultan Agung Semarang. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Agus Nugroho menyampaikan, di wilayah Kecamatan Sayung, selain di Desa Sriwulan, sejumlah desa lain yang terdampak angin ribut tersebut antara lain, Desa Tambakroto, Desa Prampelan dan Desa Bedono.

Baca juga:  Kawal Dana Desa agar Tepat Sasaran

Di Desa Tambakroto, angina merobohkan rumah Nur Afuan, warga RT 1 RW 1. Rumah beratapkan genteng dan berkayu bambu tersebut rusak berat. Pepohonan lainnya di desa tersebut juga ikut tumbang.

Di Desa Prampelan, angin merobohkan rumah Siti Sofiah, 56, warga RT 3 RW 3. Korban mengalami kerugian puluhan juta. Di Desa Bedono, angin kencang merontokkan rumah milik Adzim, 75, warga RT3 RW 5.

Rumah lainnya yang rusak adalah milik Slamet Badui, 47, sekolah Madrasah Nahdlatul Subhan, kemudian rumah Muh Waris, 35, rumah Skoib, Sukamto, dan rumah Musni. Rata rata kerusakan 80 persen.  “Kita telah mengirimkan tim untuk menangani dan mendata semua kerusakan rumah warga yang terkena dampak angin puing beliung ini,” ujar Agus.  (hib/bas)

Baca juga:  Bawaslu Pelototi Sebelas Medsos Paslon

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya