Atraksi Seni Pelajar Meriahkan Festival Kali Tuntang

407
ATRAKSI INDAH : Tarian pelajar memeriajkam festival kali tuntanTarian pelajar memeriahkam festival kali tuntang. (Wahib Pribadi/ Jawa Pos Radar Semarang)
ATRAKSI INDAH : Tarian pelajar memeriajkam festival kali tuntanTarian pelajar memeriahkam festival kali tuntang. (Wahib Pribadi/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Kondisi Sungai Tuntang Lama atau Kali Tuntang yang melintasi Pendopo Kabupaten Demak kini mulai berubah. Perubahan mencolok terdapat pada bagian bagian penting alur sungai yang berfungsi sebagai saluran pembuang limbah rumah tangga tersebut. Cat warna warni dilengkapi dengan sorot lampu membuat kawasan Sungai Tuntang tampak apik.

Untuk menandai pembangunan taman di kawasan Sungai Tuntang Lama ini, Pemkab Demak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mementaskan berbagai atraksi seni melalui gelaran Festival Kali Tuntang. Kabid Pembinaan Kebudayaan, Afiv Taufik mengatakan, selain dari kalangan pelajar, juga dipentaskan atraksi seni dari para seniman yang bergiat di sanggar maupun grup seni Demak. “Melalui Festival Kali Tuntang ini, kita harapkan dapat menjadi sarana pembinaan yang efektif sekaligus mengungkap sejarah Kali Tuntang terkait perkembangan tata kota di Demak,” kata Afiv.

Dalam sejarahnya, Kali Tuntang Lama yang dibangun sekitar abad 14 pada awal awal Kasultanan Demak Bintoro, telah menjadi alur transportasi sungai yang amat penting. Sungai tersebut menghubungkan langsung antara Keraton Demak di bawah pimpinan Sultan Fatah dengan laut Jawa. Kondisi demikian, telah menunjang kekuatan maritim Demak sebagai Kerajaan Islam pertama di Jawa yang memiliki kedaulatan dalam mempertahankan keberadaannya, termasuk dalam berjuang melawan pasukan Portugis di Selat Malaka. Di bawah komando Raden Pati Unus, pasukan Demak dapat memukul mundur para penjajah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Eko Pringgolaksito menyampaikan, Festival Kali Tuntang diharapkan dapat menginspirasi gerakan seni di Kota Wali. “Kita bangkitkan seni dalam kerangka pengembangan kebudayaan ini melalui berbagai kegiatan, termasuk lewat Festival Kali Tuntang. Kali Tuntang secara fisik mulai tertata apik dan menarik untuk dikunjungi masyarakat Demak,”kata Eko.

Bupati HM Natsir menyambut baik kegiatan Festival Kali Tuntang tersebut. “Setiap saat ada gerakan bersih-bersih sungai di Kali Tuntang ini. Ini awal yang baik agar sungai tetap bersih dan indah,”katanya.

Menurutnya, Kali Tuntang dipoles sedemikian rupa dengan cara keroyokan dari berbagai instansi. Di antaranya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinputaru), Dinas Permukiman (Dinperkim), Dinas Kesehatan (Dinkes), Inspektorat, Dinas Pendidikan dan lainnya. (hib/ton)